Tolak RUU HIP, Fraksi PKS DPR RI Tepati Janji Terima Forum Umat Bersatu Depok

88
Fraksi PKS DPR RI saat menerima kunjungan FUBD

Margonda | jurnaldepok.id
Fraksi PKS DPRD Kota Depok memenuhi janjinya untuk menindaklanjuti aspirasi Forum Umat Bersatu Depok (FUBD) yang menyampaikan maklumat penolakan RUU HIP pada, Senin (22/6) lalu ke tingkat DPR RI.

Pada Jumat (26/6) pagi, bertempat di Gedung Nusantara, DPR RI Senayan, Jakarta, F-PKS DPR RI menerima perwakilan FUBD yang menyampaikan aspirasinya secara langsung ke wakil rakyat di senayan.

Pada kesempatan dialog tersebut, FUBD diterima langsung oleh Ketua Fraksi PKS DPR RI, H Jazuli Juwaini, didampingi Anggota F-PKS DPR RI yang kerap tampil di ILC TV-One, Habib Aboe Bakar Al Habsyi, dan Anggota F-PKS DPR RI dari Dapil Kota Depok dan Kota Bekasi, Mahfudz Abdurrahman.

“Ketua F-PKS DPRD Depok, Sri Utami menghubungi melalui pesan singkat, bahwa para alim ulama dan perwakilan umat di Kota Depok (FUBD) sampaikan aspirasi penolakan RUU HIP, yang ingin disampaikan ke DPR RI. Mendapat pesan tersebut, kami langsung menjadwalkan agar FUBD dapat bertemu F-PKS di kantor DPR RI Senayan, pada hari aspirasi fraksi,” ujar H Jazuli, kemarin.

Ia mengungkapkan, apa yang disampaikan FUBD adalah sah dan konstitusional. Kehadiran FUBD menambah semangat F-PKS dalam berjuang, termasuk dalam menolak RUU HIP.

Jazuli menjelaskan, sedari awal dibahas di Panja Baleg DPR RI, PKS sudah tegas menyatakan penolakan. Ketika kemudian dibawa ke paripurna, kembali PKS menyatakan penolakan secara terbuka.

“Tetapi sempat beredar fitnah di media sosial, bahwa seakan PKS ikut menandatangani naskah RUU HIP. Lewat dokumen hoax yang berisi tandatangan Sekretaris Fraksi PKS, padahal bukan merupakan anggota panja baleg. Tanda tangan itu pun dipalsukan, tidak sesuai dengan aslinya,” ungkapnya.

PKS meyakini apa yang termaktub dalam konstitusi, termasuk Pancasila, adalah merupakan konsensus nasional. Bahwa Indonesia bukan negara agama, tapi juga bukan negara sekuler, karena negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Karena itu mengakui agama-agama dan saling menghormati antar pemeluk agama.

“Negara Republik Indonesia ini lahir atas perjuangan berbagai komponen bangsa, karena itu harus dijaga bersama. Bukan mencari musuh, tapi bila ada yang mengganggu negeri ini, tidak boleh lari. Negeri ini harus dibela dengan segala konsekuensinya. PKS bersama umat dan ulama siap kawal NKRI, menjaga persatuan dan kesatuan, dan menebarkan Islam yang rahmatan lil alamin,” jelasnya.

Anggota F-PKS DPR RI, Aboe Bakar Al Habsyi juga menegaskan bahwa selama ini yang terbukti setia pada Pancasila adalah umat Islam, karena meyakini Pancasila sebagai warisan ulama pendiri NKRI.

“Begitu Pancasila diganggu, umat dan ulama serentak bangkit membela. F-PKS akan selalu menjadi penyambung lidah umat, pembangkit semangat perjuangan,” tandasnya

Sementara itu Aanggota F-PKS DPR RI Dapil Depok Bekasi, Mahfudz Abdurrahman menyampaikan bahwa kemitraan PKS dengan umat hendaknya dapat terus berlanjut dalam berbagai isu keumatan dan pembelaan pada ulama.

“Ada sejumlah RUU yang penting didukung bersama. Termasuk RUU Produk Halal, Perlindungan Ulama dan Tokoh Agama, dan lainnya,” terangnya.

Anggota DPRD yang juga Ketua DPD PKS Kota Depok, Hafid Nasir, mewakili para aleg F-PKS Depok menyampaikan pengantar dalam pertemuan tersebut.

“Pada intinya, F-PKS Depok berupaya memenuhi janji saat ditemui FUBD pada pekan lalu untuk meneruskan aspirasi umat ke DPR RI, dan hal itu dipenuhi pada jumat kemarin,” ungkapnya.

Dalam kesempatan dialog, kembali FUBD sampaikan delapan Maklumat Penolakan terhadap RUU HIP, yang dibacakan langsung oleh Habib Abdul Aziz Assegaf.

Sekjen FUBD, Abdul Ghofur Natsir mengungkapkan upaya merubah Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila bertentangan dengan konstitusi UUD 1945.

“Tidak dicantumkannya TAP MPRS tentang Larangan Penyebaran Paham Komunis penting diwaspadai sebagai indikasi adanya upaya membangkitkan kembali paham komunis dibalik itu,” tegasnya.

Beberapa perwakilan FUBD seperti Ahmad Saifuddin, Nurjaya, Ahmad Yani, Aida Yudiastuti dan yang lainnya juga menegaskan kembali dengan sejumlah pernyataan penolakan RUU HIP dan harapan pada pimpinan F-PKS DPR RI untuk mencegah dilanjutkannya pembahasan.

Dalam kesempatan itu hadir pula Anggota Fraksi PKS DPRD Depok seperti Hengky, Khairulloh dan Farida Rachmayanti, serta tenaga ahli fraksi, Adriyana Wira Santana. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here