Tok! Sempat Ditolak Tiga Fraksi, Akhirnya Raperda PKR Disahkan Oleh DPRD

672
Ketua DPRD disaksikan Wakil Ketua dan Wakil Wali Kota Depok saat menandatangani berita acara pengesahan 10 Raperda

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Rapat Paripurna DPRD Kota Depok yang membahas 10 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) berjalan alot dan berakhir hingga pukul 22.00 WIB.

Tarik ulur dan hujan intrupsi sempat mewarnai paripurna yang digelar dari siang hari tersebut. Hal itu terjadi karena ada tiga fraksi yakni Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Gerindra dan Fraksi PKB-PSI tidak setuju dengan pembahasan Raperda Penyelenggaraan Kota Religius (PKR).

Bahkan, Fraksi PDI Perjuangan yang dikomadoi Ikravany Hilman melakukan walk out meninggalkan ruang rapat paripurna.

“Masa nasib Fraksi PKB-PSI mau divoting, iya mereka menarik dukungan karena tidak setuju dengan pembahasan Rapereda PKR. Yang selesai itu baru rapat Bapemperda, bentuknya belum menjadi kebijakan DPRD, baru menjadi kebijakan DPRD ketika diparipurnakan hari ini,” ujar Ikra kepada Jurnal Depok, Senin (29/6) malam.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS), Sri Utami mengatakan bahwa hal tersebut telah final di Badan Pembentukkan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Depok.

“Rapat Bapemperda Minggu, (28/6) menyepakati 10 usulan Raperda diantaranya Raperda PKR. Rapat yang berlangsung penuh dinamis, terutama saat membahas usulan dari Pemda Kota Depok yaitu Raperda Penyelenggaaraan Kota Religius,” ujar Sri Utami, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Depok, Senin (29/6).

Wanita yang akrab disapa Uut itu memberikan apresiasi atas kinerja Bapemperda dalam menyusun Propemperda 2021 yang akan disahkan pada paripurna hari ini, Senin (29/6).

“Melalui pembahasan yang cukup intens, akhirnya Bapemperda secara umum dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik yakni melakukan harmonisasi bersama bagian Kesos dan Bagian Hukum Pemda Depok meninjau dari aspek baik filosofis, yuridis maupun sosiologis serta sesuai dengan kebutuhan kota,” paparnya.

Uut juga mengapresiasi Pemkot Depok yang telah mengusulkan raperda tersebut dan diharapkan nantinya akan semakin baik pelayanan pemkot kepada ummat beragama di Kota Depok.

“Seperti dalam pembimbingan, penyediaan sarana prasarana ibadah, bantuan kepada para rohaniawan yang selama ini sudah diberikan akan bisa lebih diperluas, serta hal-hal lain yang nanti akan dikaji dan dituangkan dalam naskah akademis serta draft raperda,” jelasnya.

Pada akhirnya, kata dia, diharapkan tingkat religiusitas warga Depok akan semakin meningkat dan ini berkorelasi positif bagi meningkatnya index kebahagiaan warga Depok sebagaimana dibuktikan secara ilmiah.

Uut juga meyakini bahwa perda ini nanti tidak akan mengintervensi kewenangan pemerintah pusat, hak privacy warga dan tidak diperuntukan hanya bagi agama tertentu saja. Namun akan memperhatikan kepentingan semua agama yang diakui oleh negara secara adil.

“Raperda Kota Religius ini sekaligus menguatkan visi pembangunan jangka panjang (RPJP) Kota Depok yang menyatakan Depok Kota Niaga dan Jasa yang Religius Berwawasan Lingkungan,” katanya.

Di sisi lain, sambungnya, Depok yang Unggul, Nyaman dan Religius sebagaimana yang diimpikan bersama hanya akan terwujud dengan membangun SDM yang relegius, kreatif dan berdaya saing serta menjaga kerukunan antar umat beragama dan meningkatkan kesadaran hidup Berbangsa dan Bernegara (NKRI).

“Ini merupakan misi ke 2 dan 5 dari RPJMD 2016-2021. Religiusitas adalah ruh bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam Pancasila. Sila pertama ke Tuhanan YME yang menjiwai sila-sila lainnya.Tradisi keagamaan serta keberagaman agama mengakar kuat dalam masyarakat kita. Kondisi tersebut jangan sampai melemah,” ungkapnya.

Dari itu, lanjutnya, dibutuhkan kerangka besar implementasinya, terutama untuk memberi nilai dalam penyelenggaraan pembangunan. Religiusitas akan menguatkan kualitas human capital dan sosial capital pembangunan.

Adapun fraksi-fraksi yang menyetujui dibentuknya Raperda PKR yakni Fraksi PKS, Fraksi Golkar, Fraksi PAN serta Fraksi Demokrat Persatuan Pembangunann (PD-PPP). n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here