Perampok Yang Menyekap Tenaga Medis di Dalam Angkot Ditembak Polisi

400
Pelaku perampokkan di dalam angkot yang berhasil diringkus, salah satunya ditembak karena melawan saat ditangkap

Margonda | jurnaldepok.id
Dua pelaku perampokan penumpang di angkot salah satunya ditembak dibagian kakinya karena melawan saat ditangkap.

“Dua pelaku perampokan salah satunya ditembak oleh anggota kami,”kata Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah, Senin (29/6).

Azis mengatakan dua pelaku AR dan SR berhasil diamankan di lokasi berbeda. Karena melawan, salah satu pelaku terpaksa ditembak.

“Saat melakukan aksinya kedua pelaku berkomplot dengan sopir angkot yang semestinya trayek Bantar Gebang Cilengsi mereka melanggar trayek. Pelaku mengganti nomor trayek 29 Bantar Gerbang Cileungsi menjadi M 41 Kampung Rambutan-Cibinong,” paparnya.

Pelaku dan sopir, kata dia, malah berputar mencari korban melanggar jalur trayek dengan melintas di Jalan Raya Bogor.

“Saat melintas di Jalan Raya Bogor mereka mendapatkan dua korban tak lain perawat salah satu Rumah Sakit di Cimanggis yang menaiki angkot tersebut. Sesampainya di dalam angkot pada perjalanan, dua pelaku melakukan aksinya di dalam angkutan kota dengan menggunakan senjata tajam berupa gunting,” katanya.

Pelaku melakukan aksinya selama perjalanan mulai mengambil dengan kekerasan.

“Dari laporan korban, anggota kemudian bergerak mencari pelaku dan berhasil diamankan. Karena melawan saat ditangkap salah satu pelaku ditembak dan sementara sopir masih buron atau DPO,” jelasnya.

Polisi meminta kepada sopir untuk menyerahkan diri ke kantor Polisi terdekat.

Dari kejadian ini pihaknya mensita seperti gunting, gelang dan satu unit angkot yang bertuliskan Monster.

Kedua pelaku terancam dengan hukuman 12 tahun penjara.

Sebelumnya Susilawati Ramadhanty, bidan dan rekannya, Riasudi Putri, yang berprofesi sebagai perawat di rumah sakit tersebut menjadi korban aksi perampokan di dalam angkutan kota. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here