Ampun…Kelamaan Disimpan Telur Bantuan Provinsi Busuk

60
Inilah telur bantuan provinsi yang busuk dan akan dipendam

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Sekitar 300 kilo gram telur ayam dan sekitar 4.200 paket sembako Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat ditemukan dalam kondisi membusuk di Balai Rakyat, Kecamatan Sukmajaya.

Kepala Kantor Pos Depok, Diki Hendrawansah kepada wartawan mengatakan, pihaknya sebagai penyalur bantuan terpaksa memusnahkan telur-telur yang tidak layak ini.

“Jumlahnya tidak terlalu banyak hanya sekitar 300-an kilo gram, ini hanya untuk Depok saja. Kalau untuk Jabar saya datanya kurang paham karena masih berjalan di setiap kota dan kabupaten,” ujarnya.

Ratusan butir telur tersebut tidak tersalurkan hingga membusuk, hal ini terkendala waktu dan pendataan yang tak akurat seperti penerima yang alamat pindah, meninggal dan lainnya.

“Karena memang ada masanya telur ini, sementara pendistribusian itu ada sekitar 14 hari, mungkin menunggu yang tidak mengambil inilah sisanya yang kebetulan secara masyarakatnya tidak ada dan tidak ditemukan atau mungkin sudah meninggal dan pindah”katanya.

Dirinya mengatakan, hal ini akan menjadi bahan evaluasi kedepan.

“Kemungkinan nanti sudah tidak menggunakan telur tetapi sembakonya ditambah,” kata dia.

Tak hanya telur, di tempat ini juga banyak tumpukan paket sembako yang sudah dalam kondisi rusak.

Sebagai penyalur bansos, Kantor Pos Depok, lanjut Diki, telah berusaha mengikuti data yang diajukan oleh pemerintah setempat.

“Namun sayangnya masih ada yang belum akurat. Kami sudah koordinasi dengan RT/RW alamatnya tidak ditemukan atau dikenal mungkin pindah, meninggal, ada yang dobel bantuan,” jelasnya.

Atas kejadian itu, Diki mengaku bakal menjadi bahan evaluasi ke depan sehingga tidak ada bantuan yang mubazir.

“Kemungkinan yang meninggal dan sebagainya di tahap kedua tidak lagi muncul sehingga meminimalisir barang-barang yang nanti tersisa,”ungkapnya.

Diki menambahkan, nantinya ribuan paket yang masih tersisa ini akan diserahkan kembali ke pemerintah Jabar.

“Ini kami serahkan ke pemerintah, nah nanti atas instruksi mereka apakah disalurkan ke yayasan yatim piatu atau pesantren menunggu instruksi selanjutnya,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here