Warga Keluhkan Bau Busuk Limbah Tempe di Situ Pladen

72
Kawasan Situ Pladen di wilayah Beji

Beji | jurnaldepok.id
Instalasi Pengolagaan Air Limbah (IPAL) Tempe di RW 03 sekitar kawasan Situ Pladen Kelurahan Beji menimbulkan aroma tidak sedap di lingkungan masyarakat.

Salah satu warga setempat, Haryati kepada wartawan mengatakan, penampungan limbah berisikan air pembuatan tempe menimbulkan aroma tidak sedap.

“Sekarang ini warga kami di sekitar Situ Pladen mengirup atau mencium aroma tidak sedap,” ujarnya, kemarin.

Warga menduga, aroma bau tidak sedap itu berasal dari situ Pladen, namun aroma tidak sedap itu berasal dari penampungan limbah pembuatan tempe.

Dia menambahkan, sebelum adanya penampungan tempe atau IPAL air sisa pembuatan tempe dibuang ke Situ Pladen kawasan itu tidak bau.

“Dulu kalau dibuang ke Situ Pladen sisa air pembuatan tempe tidak menimbulkan aroma bau busuk. Namun karena diduga mencemari Situ Pladen Pemkot membuatkan IPAL untuk menampung air sisa pembuatan tempe,” katanya.

Akan tetapi, lanjutnya, IPAL tersebut malah menimbulkan aroma bau busuk hingga tercium ke pemukiman warga di Jalan Situ Pladen III.

Warga menghimbau kepada dinas terkait untuk menindaklanjuti IPAL penampungan air limbah tempe yang menimbulkan aroma bau atau tidak sedap.

Sebelumnya Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok berencana segera membangun sebanyak sembilan Instalasi Pengolahan Air Lmah (IPAL) komunal. Pembangunan IPAL sesuai standar kesehatan.

“Meterialnya sudah tersedia semua. Saat ini tinggal menunggu anggaran untuk biaya tukang yang pencairannya dalam bulan ini. Sementara, untuk pembangunan fisiknya di awal September ini,” ujar Kepala Bidang Permukiman, Disrumkim Kota Depok, Sukanda.

Ia menjelaskan, IPAL yang akan dibangun tersebar di beberapa kelurahan yaitu Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Pengasinan, Cilodong, Leuwinanggung, Cipayung Jaya, Pondok Cina, dan Cisalak.

“Pembangunan IPAL berasal dari tiga jenis pembiayaan. Di antaranya melalui APBD Kota Depok sebanyak 3 unit, bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) 4 unit, dan bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat 2 unit,” ujarnya.

Menurut Sukanda, setiap unit IPAL yang dibangun memiliki kapasitas 14,5 meter kubik. Dengan kapasitas tersebut mampu menampung limbah dari 30-35 kepala keluarga. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here