Polisi Buru Perampok Tenaga Medis Yang Disekap di Dalam Angkot

43
Ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Tim gabungan Satuan Reskrim Polres Metro Depok bersama Unit Buru Sergap (Buser) Polsek Cimanggis masih berupaya memburu kawanan perampok yang menyekap dua tenaga medis, di dalam angkutan kota.

Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Wadi Sabani kepada wartawan mengatakan dari hasil penyelidikan sementara, anggotanya telah mengantongi ciri-ciri pelaku.

“Tim dari semalam juga sudah bergerak melakukan penyelidikan mencari hal-hal yang mengarah pada pelaku. Sudah, tapi saat ini kami sedang mendalami hal-hal yang lainnya yang menunjukan arah pelaku,” ujarnya, Selasa (23/6).

Wadi mengatakan, pihaknya juga sedang mencari tahu keterlibatan sopir angkot dalam kasus ini.

“Itu tentunya, nanti ketika pelaku sudah kami dapatkan baru bisa kami dalami keterlibatan si sopir,” katanya.

Wadi menegaskan, pihaknya sampai saat ini masih berupaya keras mengungkap kasus tersebut.

“Intinya masih kami kembangkan, kami juga menerima segala informasi dari masyarakat. Kami sudah melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan terhadap korban,” jelasnya.

Sementara itu Korban perampokan Susilawati Ramadhanty kepada wartawan mengatakan kejadian bermula ketika dirinya bersama rekannya Riasudi Putri hendak pulang kerja sekira pukul 21:30 WIB. Saat itu mereka menumpangi angkot arah Bogor.

“Jadi saya pulang kerja, saat itu habis dinas sore. Kita nunggu angkot sama teman saya berdua. Terus ada angkot lewat, posisi angkotnya lampu depannya enggak tersorot jadi kayak gelap cuma ada lampu dalemnya aja, terus saya naik sudah ada penumpang dua orang, bapak-bapak,” katanya.

Ketika itu, salah satu pelaku berada di depan pintu penumpang sedang yang seorang lagi ada di seberang dirinya, ada tiga pelaku berikut sopir.

“Waktu itu temen saya mau turun, karena jaraknya deket mau ke kosan. Saat bilang stop sopirnya tetep jalan. Terus kami langsung didorong suruh tengkurep di bawah. Kami takut karena dia bawa pisau dan gunting,” ungkapnya.

Selama disekap, kedua wanita muda ini dipaksa untuk tengkurap dan wajahnya di tutup kain.

“Saat itu kami enggak tahu dibawa ke mana dalam keadaan pakai masker,”katanya.

Awalnya, mereka sempat berusaha melawan, namun takut setelah diancam senjata tajam.

Tak hanya itu saja, pelaku juga sempat menganiaya korban.

“Saya setiap gerak dipukul, kalau kaki kami gerak juga kakinya ditendang karena posisi kaki bapak-bapak itu ada di badan kami,”katanya.

Susilawati mengaku kejadian itu berlangsung selama sekira emopat jam.

“Kami diturunin di kawasan Mayor Oking. Jadi masuk lagi ke dalam, kanan kirinya kebun semua dan itu gelap,” terangnya.

Para pelaku, melepas kedua korban setelah menjarah sejumlah barang berharga.

“Saya pribadi handphone diambil, sama uang di dompet Rp 100 ribu, perhiasan gelang dan anting. Teman saya HP juga, uang di dompet Rp 500 ribu sama di ATM Rp 2,8 juta,”katanya.

Susilawati mengaku, peristiwa ini telah membuat dirinya trauma. Ia pun hanya bisa berharap polisi bisa segera meringkus para pelaku tersebut.

“Jujur saya trauma liat orang baru, kayak takut aja,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here