Ditinggal Suami Tanpa Kabar, Wanita Hamil Coba Loncat dari JPO

155
Percobaan bunuh diri yang berhasil digagalkan oleh aparat keamanan

Margonda | jurnaldepok.id
SA (35) seorang wanita mengandung janin tiga bulan yang mengaku berasal dari Pemalang, Jawa Tengah, melakukan percobaan bunuh diri dengan cara melompat dari Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Margonda depan Balaikota.

Namun naas, aksi tersebut bisa digagalkan oleh petugas yang saat itu berada di lokasi.

“Kebetulan saat itu ada anggota kami (Satpol PP) dan Damkar sedang ada di sekitar lokasi,” kata Kasatpol PP Kota Depok, Lienda Ratna Nurdiany, Selasa (23/6).

Beruntung, sejumlah petugas berhasil membujuk hingga akhirnya wanita muda ini pun terselamatkan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, wanita yang diketahui berinisial SA itu mengaku nekat melakukan aksinya karena putus asa.

“Jadi, wanita ini putus asa usai mencari suami yang katanya bekerja dan nikah lagi di Jakarta. Nah, dia tidak ketemu sampai akhirnya dia putus asa dan stres,” paparnya

Nahasnya lagi, wanita asal Jawa Tengah itu mengaku dirinya juga baru saja menjadi korban pelecehan pria tak dikenal pada, Selasa (22 /6) malam.

“Pengakuannya kepada kami begitu, pelakunya orang yang tidak dikenal dan kejadiannya semalam, terus dia merasa malu, ditambah lagi bekal habis akhirnya ingin bunuh diri,”katanya.

Kasat Binmas Polrestro Depok, Kompol Lindang Lumban Tungkup Nainggolan mengatakan anggota Satbinmas Polrestro Depok Ipda Sugito berhasil gagalkan aksi nekad seorang ibu rumah tangga yang ingin bunuh diri dengan cara melompat dari JPO Jalan Raya Margonda depan Balaikota.

“Korban SA, warga asli Pemalang Jawa Tengah sempat gegerkan warga termasuk anggota polisi yang sedang istrahat depan Mapolrestro sudah mau melompat dari atas JPO,” tandasnya.

Aksi cepat salah satu perwira Binmas Polrestro Depok Ipda Sugito langsung menghampiri korban untuk tidak lompat ke jalan dengan mencoba negosiasi.

“Anggota kami Panit Binpolmas Ipda Sugito langsung melakukan negosiasi sekitar 10 menit untuk korban tidak lompat dari JPO, setelah bisa dibujuk korban langsung dibawa ke SPKT untuk ditenangkan,” jelasnya.

Dia mengatakan hasil introgasi anggota alasan korban bunuh diri malu merasa dirinya sudah malu dan kotor.

Terpisah Panit Binpolmas Ipda Sugito menambahkan dirinya merasa kasihan terhadap apa yang dialami nasib korban.

“Tidak hanya dikerjai sama orang tidak dikenal, harta benda korban termasuk uang sisa Rp 150 ribu dan termasuk tas berisi pakaian juga diambil para pelaku. Korban hanya mengenakan pakaian yang digunakan sebagai rok juga menutupi arurat,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here