Rumah Sampai Rusak, Pembayaran Uang Ganti Kerugian Tol Cijago Tak Jelas

111
Salah satu rumah warga yang masuk dalam program pembebasan Tol Cijago sampai rusak

Limo | jurnaldepok.id
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Husin Tohir menyesalkan lambannya proses pembayaran uang ganti kerugian (UGK) bagi para pemilik tanah terkena tol Cinere – Jagorawi (Cijago) yang berdampak terhadap rusak nya ratusan rumah warga dan tak boleh diperbaiki lantaran sudah terploting terkena proyek Tol Cijago.

Dikatakan Husin, saat ini banyak warga yang telah pindah dan tak lagi menempati rumahnya lantaran konstruksi bangunan rumah yang sudah rusak parah, sementara disisi lain kata dia warga belum memiliki uang untuk membeli atau membangun rumah di lokasi lain lantaran belum menerima pembayaran ganti rugi dari Pemerintah.

“Memang betul, ini sangat dilematis bagi warga Rw 01 dan 02 yang terkena Tol Cijago, dan kami berharap kepada pihak pelaksana Tol Cijago agar segera memberi kepastian mengenai pembayaran uang kerugian, karena sampai saat ini revisi harga saja belum ada kepastian,” ujar Husin kepada Jurnal Depok, kemarin.

Harapan yang sama dilontarkan oleh Sukron selaku Ketua Rt 03/01Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo.

Dikatakan Sukron, tidak adanya kepastian kapan pembayaran uang ganti kerugian membuat warga semakin terpuruk terlebih sekarang ini kata dia hampir semua rumah yang telah diploting terkena tol kondisinya rusak parah dan tidak layak huni.

“Disatu sisi rumah kami sudah rusak parah dan tak boleh diperbaiki karena sudah terploting terkena tol, namun disisi lain, kami warga disini tidak memiliki rumah lain sehingga banyak yang terpaksa pindah rumah dan membeli rumah dengan cara berhutang dengan janji akan dibayarkan setelah mendapat uang ganti rugi tol,” papar Sukron yang diamini oleh Marhasan dan A. Syarif yang juga menjadi korban lambatnya pembayaran ganti rugi Tol Cijago.

Ungkapan rasa kesal dan kecewa juga disampaikan oleh Ketua Rt 03/02, Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo yang juga menjadi korban lambatnya proses pembayaran UGK Tol Cijago.

“Kami sudah cukup sabar bahkan sudah lebih dari tujuh tqhun kami menunggu, belum juga ada kepastian, terus kami harus gimana lagi,” pungkas Haryati dengan nada kesal. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here