Golkar Pegang Kunci Koalisi di Pilkada Depok, Ini Analisanya

345
Ketua DPD Partai Golkar Depok, Farabi Arafiq saat memeriksa kesehatan warga terdampak banjir di wilayah Pasir Putih awal tahun ini (foto diambil sebelum masa Covid 19)

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Partai Golongan Karya Kota Depok saat ini menjadi rebutan bagi partai peraih kursi terbanyak di DPRD Depok. Setelah ‘dirayu’ PKS, akhir pekan kemarin dua partai besar yakni PDI Perjuangan dan Gerindra juga melakukan hal yang sama.

Usut punya usut, ternyata Partai Golkar memiliki kunci bagi partai lain untuk mengusung kandidat bakal calon wali kota/wakil wali kota Depok dalam pilkada 9 Desember 2020.

“Kami apresiasi atas kunjungan yang dilakukan PDIP dan Gerindra akhir pekan kemarin, intinya mereka ingin membangun Depok secara bersama-sama. Kami katakana, semua parpol yang datang ke Golkar dan mengajak koalisi kami terima, sepanjang platform nya sama dan sesuai keinginan Golkar,” ujar H Tajudin Tabri, Bendahara DPD Partai Golkar Kota Depok, Senin (22/6).

Tapi, sambungnya, Golkar tidak mau ketika membangun Depok hanya sekedar platform dan bertekad bersama, namun tidak konkret.

“Makanya kami jajaki dulu semuanya, PDIP dan Gerindra memang mengajak kami berkoalisi, tapi kami jajaki dulu, enggak langsung kami terima. Saat ini masih (dipetimbangkan,red), kami ingin ada platform yang jelas, bukan hanya sekedar kata-kata ingin membangun Depok,” paparnya.

Tajudin yang merupakan Wakil Ketua DPRD Depok mengungkapkan, pilkada nanti belum tentu hanya dua pasang calon akan tetapi bisa tiga pasang calon.

“Kan belum tentu Pradi-Afifah saja, bisa tambah dua pasang calon lagi. Dengan Tertata seperti apa dan dengan PKS seperti apa. Jadi Golkar ini memang kunci sebuah koalisi, mau berapa pasangan calon yang ditampilkan, tinggal bagaimana Golkar,” terangnya.

Tak hanya itu, kata dia, peluang Partai Golkar untuk mengusung Ketua DPD Partai Golkar yang juga berprofesi sebagai seorang dokter, Farabi Arafiq masih terbuka lebar karena hingga saat ini baru ada satu pasang calon yang dipaketkan.

“Begitu pun PKS sama peluangnya dengan PDIP dan Gerindra. Tetap kami komitmen untuk mengusung Pak Farabi sebagai bakal calon dari partai kami di koalisi mana pun. Karena itu sudah keputusan Musda dan surat tugas dari DPP Golkar untuk kami mencari mitra koalisi,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, hingga saat ini Partai Golkar terus melakukan loby-loby ke beberapa partai politik untuk bisa bersama-sama menjalin koalisi.

Seperti diketahui, Partai Golkar saat ini memperoleh lima kursi di DPRD Depok. Sedangkan koalisi PDIP-Gerindra 20 kursi. Selain itu, Koalisi Tertata yang terdiri dari PAN, Demokrat, PPP dan PKB sebanyak 12 kursi serta PKS juga 12 kursi.

Jika Golkar bergabung ke Koalisi Tertata dan PKS maupun ke Koalisi PDIP-Gerindra, maka salah satu koalisi itu akan menjadi kekuatan besar di parlemen.

Namun, jika Golkar membuat poros tengah dengan Tertata minus PKS, maka Partai Golkar bisa menciptakan peluang satu pasang calon yang akan mereka usung, dan pada akhirnya akan ada tiga pasang calon yakni dari Koalisi PDIP-Gerindra, Koalisi Tertata-Golkar dan calon dari PKS.

Dengan begitu, Golkar merupakan kunci atau penentu jumlah pasangan calon wali kota/wakil wali kota di Pilkada Depok, 9 Desember 2020 mendatang. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here