Tak Kunjung Usai, Pembayaran Lahan Tol Cijago Mangkrak Tujuh Tahun

680
Sebuah mobil truk saat mengangkut tanah dalam progres pembangunan Jalan Tol Cijago beberapa waktu lalu

Limo | jurnaldepok.id
Ratusan pemilik lahan terkena Tol Cinere – Jagorawi (Cijago) di wilayah Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, saat ini sedang menanti hasil pengajuan revisi harga tanah dari tim appraisal Tol Cijago lantaran harga penawaran tim appraisal tahun 2013 silam sudah tak sesuai lagi dengan harga pasaran lahan saat ini.

Dina Darmawan, salah satu pemilik lahan terkena Tol Cijago di Rw 02, Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, mengatakan warga tetap bersikukuh untuk menuntut perubahan harga ganti rugi pasalnya harga yang ditetapkan oleh tim appraisal tujuh tahun silam sudah tidak lagi relevan dengan harga pasaran tanah sekarang ini.

“Masih banyak tanah yang dihargai Rp 2,5 hingga Rp 3 juta sementara harga tanah sawah di Krukut sekarang sudah mencapai Rp 3,5 Juta per meter, makanya warga bertahan menunggu perubahan harga baru,” ujar Dina kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dikatakan Dina, percepatan proses pembayaran uang ganti rugi harusnya menjadi prioritas bagi Badan Pertanahan Negara (BPN) lantaran saat ini rumah warga sudah banyak yang rusak bahkan nyaris rubuh lantaran sudah bertahun tahun tidak diperbaiki.

“Warga tidak boleh memperbaiki rumah yang terkena tol, tidak boleh membangun, atau merubah konstruksi bangunan, itu instruksi dari Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Tol Cijago saat itu, tapi sayangnya proses pembayaran mangkrak lebih dari tujuh tahun, dan akibatnya banyak rumah warga yang rusak bahkan beberapa warga terpaksa harus meninggalkan rumah dan ngontrak lantaran takut rumahnya ambruk,” tegas Dina.

Penuturan senada disampaikan oleh Ketua Rt 03/02 Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Haryati.

Dikatakan Haryati, warganya sudah cukup sabar menanti realisasi pembayaran ganti rugi dengan harga penawaran baru, namun lanjut dia pengajuan revisi harga baru belum juga dikabulkan oleh BPN Kota Depok.

“Proses pembebasan tanah Tol Cijago sudah sangat lama, dan warga sudah capek menunggu kapan pembayaran uang kompensasi direalisasikan,” imbuhnya.

Disisi lain, Lurah Krukut, Kecamatan Limo, Rohman Tohir membenarkan masih banyak warga yang belum menerima Uang Ganti Kerugian (UGK) Tol Cijago.

“Ya baru sekitar 20 bidang yang sudah menerima UGK, sedangkan jumlah bidang terkena Tol Cijago di Krukut lebih dari 300 bidang, mudah mudahan dalam waktu dekat akan ada lagi realisasi pembayaran kepada pemilik lahan terkena Tol Cijago,” tutup Rohman. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here