Pradi-Afifah Harga Mati untuk Gerindra dan PDIP, Peluang Golkar Tipis

303
Ketua dan pengurus PDP, Gerindra dan Golkar foto bersama usai menggelar pertemuan

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Meski menjadi rebutan bagi kolaisi Partai Gerindra dan PDI Perjuangan, namun peluang Partai Golkar untuk mengusung jagoannya, Farabi Arafiq sangat tipis. Pasalnya, baik Gerindra dan PDI Perjuangan tetap ngotot untuk menduetkan pasangan Pradi-Afifah.

“Golkar membuka diri untuk berkoalisi dengan PDI Perjuangan dan Gerindra.
Pak Farabi pemimpin muda yang tidak ambisius untuk berkuasa.
Koalisi PDI Perjuangan-Gerindra tetap akan mengusung Pradi-Afifah,” ujar Hendrik Tangke Allo, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, kemarin.

Dengan begitu, peluang Farabi untuk menjadi wali/wakil wali kota tertutup sudah di kolaisi Gerindra dan PDI Perjuangan.

“Iya (tertutup,red). Pak Farabi dan jajaran Golkar Kota Depok sangat paham akan koalisi yang sudah dibangun oleh Gerindra dan PDI Perjuangan. Kehadiran kami bertemu sangat direspon dengan baik oleh Pak Farabi,” paparnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Harian DPC Partai Gerindra Kota Depok, Jamaludin. Secara tak langsung Jamal mengungkapkan bahwa pasangan yang telah terbangun saat ini adalah Pradi-Afifah.

“Intinya Golkar menyambut baik tawaran koalisi dari Gerindra dan PDIP. Oleh Ketua Farabi tawaran tersebut akan dibawa ke DPD Jabar dan DPP Golkar untuk dibahas lebih lanjut,” tandasnya.

Meski belum tentu mendapat ‘jatah’ wali/wakil wali kota dalam koalisi tersebut, namun Jamal berkeyakinan Golkar akan masuk kedalam gerbong koalisi.

“In Syaa Allah, Golkar di endingnya nanti akan bersama dengan Gerindra dan PDIP.
Tapi, namanya politik itu dinamis, kapan waktu bisa berubah terus. Yang jelas Gerindra-PDIP sudah mengajak bergabung dan Golkar sangat menyambut baik hal itu. Nanti mereka akan memberikan jawaban secepatnya,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, Farabi Arafiq mengungkapkan bahwa dirinya merupakan petugas partai. Artinya akan siap mengikuti perintah dan keputusan partai meskipun diendingnya nanti tidak diusung menjadi wali/wakil wali kota.

“Kami kan petugas partai akan slalu siap apapun perintah partai. Semua kemungkinan tetep kami jajaki. Kami tidak boleh terlalu ambisius. Namun terus terang Golkar sampai saat ini masih menargetkan ikut kontestasi pilkada. Untuk itulah Golkar masih tetap melakukan loby-loby,” tanggapnya.

Ketika ditanya apakah Golkar akan berpaling dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang lebih dahulu intens mengajak koalisi, ini jawaban Farabi.

“Golkar terbuka pada semua partai. Tentu dengan kedatangan dua partai besar dengan membawa seluruh anggota fraksi nya yang dipimpin langsung ketua dan sekretaris nya untuk mengajak koalisi, Golkar menanggapi secara serius bahwa itu merupakan hal yang positif bagi kami di Golkar,” terangnya.

Klausul yang mereka ajukan, sambungnya, untuk berkoalisi pun ditanggapi serius dan akan dibicarakan secara bertahap mulai dari tingkat kota.

“Lalu kami akan lapor juga ke tingkat Provinsi. Kemungkinan masih terbuka,” ungkapnya.

Seperti diketahui, pada awal tahun ini Partai Gerindra dan PDI Perjuangan Kota Depok telah melakukan MoU koalisi pilkada. Seiringnya berjalannya waktu, koalisi tersebut telah menemukan pasangan yang akan diusung dalam Pilkada Depok, 9 Desember 2020.

Dimana muncul nama H Pradi Supriatna dan Hj Afifah Alia yang akan diduetkan dalam pesta demokrasi lima tahunan di Kota Depok. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here