Korban Pencabulan Yang Dilakukan SM Kemungkinan Bisa Bertambah

123
Kapolres Metro Depok saat melakukan introgasi ke pelaku pencabulan

Margonda | jurnaldepok.id
Korban pencabulan yang dilakukan SM (42) diduga berjumlah lebih banyak dari yang resmi dilaporkan ke polisi.

Kuasa hukum korban pencabulan, Azaz Tigor Nainggolan, kepada wartawan mengatakan sejauh ini baru dua korban yang melapor menjadi korban pencabulan SM di sebuah rumah ibadah di Pancoran Mas Depok.

Rata-rata usia korban adalah belasan tahun. Aksi itu diduga berlangsung sejak tahun 2000an namun baru diketahui pihak pengelola rumah ibadah belakangan ini.

“Rata-rata di bawah umur korbannya. Korban umur 11 sampai 15 tahun usianya. Pada saat kejadian. Bahkan pernah ada korban di tahun 2006. Terus kejadian lima tahun lalu dan tahun ini, berantai,” ujarnya, kemarin.

Pelaku, kata dia, diduga pintar berperan sehingga aksinya tidak diketahui sejak lama. Padahal peristiwa itu berlangsung sudah cukup lama. Bahkan pengurus rumah ibadah mengaku tidak curiga atas sikap pelaku.

“Saya melihat kemungkinan pelaku ini selalu baik, itu tipu muslihat dia. Kamuflase dia hebat, mungkin ya. Memang orang tidak menaruh curiga tingkah laku dia (pelaku). Memang kelihatan baik sama anak-anak dan akrab. Sehingga orang tidak curiga,” paparnya.

Dia pun berharap agar kasus ini diungkap tuntas untuk menghindari adanya korban lain.

“Saya harap ada hukuman berat ke pelaku. Karena pelaku ini harus melindungi anak – anak. Tapi malah mencederai anak-anak. Merusak masa depan. Makannya saya harap dalam hal ini dihukum berat dan bisa memutus mata rantai pencabulan ini. Ini menjadi pembelajaran,”katanya.

Sementara itu Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan, para korban adalah berjenis kelamin laki-laki.

“Usianya belasan tahun, saat ini pelaku masih mendekam di sel untuk didalami keterangannya lebih lanjut,” katanya.

Kasus pencabulan itu dilakukan pelaku di sebuah rumah ibadah di Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas. Terungkapnya kasus ini bermula dari kecurigaan pihak rumah ibadah.

Kemudian pihak internal rumah ibadah melakukan investigasi dan ternyata benar ada peristiwa pencabulan di rumah ibadah tersebut.

“Dari situ kemudian ketua pengurus rumah ibadah melapor ke anggota kami, kemudian kami melakukan langkah penyelidikan dan penyidikan. Disitu kami menemukan kejelasan perkara dimana memang salah satu pengurus tempat ibadah tersebut telah melakukan pencabulan terhadap anak,” katanya.

Dari peristiwa pencabulan tersebut, diketahui ada beberapa anak yang jadi korban pelaku. Sejauh ini baru dua anak yang dilaporkan secara resmi menjadi korban.

“Saat ini pelaku sudah diamankan di polisi dan sampai saat ini yang melapor resmi sudah dua orang. Namun diduga ada beberapa korban lain, masih dalam penyelidikan anggota kami,” jelasnya.

Pelaku, sambungnya, melakukan kepada dua korban dengan modusnya adalah pelaku membawa korban ke sebuah ruangan. Kemudian ruangan tersebut dikunci oleh pelaku. Dalam ruangan tersebut korban diminta melalukan hal yang tidak pantas.

Sementara itu sejumlah rekan pelaku tidak menyangka kalau pelaku SM melakukan aksi tersebut di rumah ibadah.

“Kami kaget mendengar berita kalau SM melakukan hal tersebut, kalau kami tahu SM rajin beribadah bahkan menjadi pengurus rumah ibadah,”kata salah satu rekan pelaku, Agus. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here