Diduga Tidak Memiliki Izin, Pengembang Perumahan Diultimatum

48
Terlihat sebuah alat berat sat melakukan perataan tanah

Limo | jurnaldepok.id
Kasie Tramtibum Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Chardi meminta kepada pengembang town house di Jalan Raya Sasak Rt 02/07, Kelurahan Limo untuk segera mengurus perijinan pasalnya kata dia saat ini dilokasi lahan untuk dibangun town house sudah ada kegiatan pekerjaan perataan lahan dengan menggunakan alat berat (Becco).

“Saya sudah mendatangi lokasi perataan lahan untuk town house, dan ternyata lahan yang akan dibangun perumahan sekala kecil itu milik pengacara kondang sering muncul dilayar kaca,” kata Chardi kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dikatakan Chardi, terkait penegakan aturan, pihaknya tidak pandang bulu karena lanjut dia peraturan berlaku untuk semua tanpa memandang profesi, kedudukan, dan status sosial.

“Dimata hukum, semua berkedudukan sama, dan saya rasa kalau pemiliknya pengacara, seharusnya tidak melabrak aturan karena beliau mengerti bahakan sangat paham hukum,” katanya.

Dikatakan Chardi, meskipun dilokasi tidak ada kegiatan pengangkutan tanah dari dan ketempat lain, namun kata dia perataan lahan dekat rumah warga itu harus mengacu pada teknis pekerjaan dari dinas terkait agar tidak menimbulkan dampak yang dapat merugikan pihak lain terutama para warga pemilik rumah disekitar lokasi lahan.

“Diatas lahan itu katanya akan dibangun perumahan, harusnya sebelum memulai pekerjaan semua perijinan sudah dikantongi, tapi ini malah sebaliknya, pekerjaan sudah dimulai tapi izin belum ada,” ungkap Chardi.

Hal senada dilontarkan Lurah Limo, Kecamatan Limo, AA. Abdul Khoir.
Dikatakan AA, pihaknya akan terus memantau kegiatan di lokasi guna memastikan proses perataan tanah dekat sekolah itu tidak menimbukan dampak yang dapat mengganggu ketertiban umum.

“Lokasi itu dekat sekolah dan bibir jalan, pekerjaan harus rapih, dan izin harus ada, kami sudah melaporkan kegiatan ini ke dinas terkait di tingkat kota,” pungkas AA. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here