Modus Baru, Sabu Dimasukan ke Dalam Lampu LED

99
Modus baru peredaran narkoba yang disembunyikan di lampu LED

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Satresnarkoba Polrestro Depok menangkap JR yang diduga menjadi bandar sekaligus pengedar sabu yang disimpan di dalam lampu bohlam di kawasan Sukmajaya.

Kasat Narkoba Polrestro Depok, Kompol Indra Tarigan mengatakan, JR ditangkap di kediamannya di Sukmajaya.

“Polisi juga menyita barang bukti sabu dikemas dalam bohlam LED. Penangkapan berdasarkan laporan masyarakat yang curiga ada transaksi narkoba di kawasan tersebut,” ujar Indra, kemarin.

Setelah melakukan pengintaian, sambungnya, pelaku langsung ditangkap pada saat sedang mengemas sabu ke dalam bohlam untuk mengelabui petugas.

“Seakan menawarkan bohlam ke pembeli, padahal dalamnya isi narkoba jenis sabu,” paparnya.

Indra mengatakan, dalam pemeriksaan JR mengaku baru dua minggu menyimpan dan mengedarkan barang haram tersebut.

“Tapi masih kami dalami, melihat cara pelaku mengemas sabu ke dalam lampu bohlam terlihat sudah profesional,”katanya.

Barang bukti yang didapatkan dari tangan pelaku sebanyak 8,2 gram sabu.

“Sabu diperoleh dari sesama rekanan pelaku di Jakarta, dengan modus menjual bohlam. Namun yang sudah diisi dalam kaca, dengan sabu hampir seharga sekitar Rp10 juta,” jelasnya.

Aalasan pelaku menjadi bandar lantaran selama pandemi Covid-19 penghasilannya sebagai driver ojek online sepi dan terhimpit masalah ekonomi.

“Alasannya karena ekonomi. Pelaku menjual sabu dan keuntungan digunakan buat menopang hidup keluarga, termasuk dua anaknya yang masih sekolah. Selain itu untuk mengobati luka penyakit dalam yang telah lama dideritanya,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku JR dipidanakan dengan kasus peredaran narkoba jenis sabu sesuai UU No. 35 Tahun 2009 Pasal 114 ayat 1 jo 112 ayat 2 dengan ancaman pidana diatas 10 tahun penjara. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here