Sikapi Pendidikan di Masa Pandemi, Fraksi PKS DPRD Depok Gelar Seminar Online

66
Ketua Dewan Pendidikan Kota Depok saat melakukan seminar online

Laporan: Rahmat Tarmuji
Akhir pekan kemarin Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Depok menggelar Seminar Online (Webinar) dengan tema “Tantangan Pendidikan Selama Masa Pandemi di Kota Depok”.

Acara yang menggunakan fasilitas Zoom, berlangsung dari pukul 13.00 WIB sampai dengan 16.00 WIB. Kegiatan itu dipandu oleh H. Khoirulloh dan moderator, HM. Supariyono serta diikuti oleh 220 peserta.

Hadir dalam kesempatan itu lima pembicara yakni Mohammad Thamrin, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok; HM. Hafid Nasir, Ketua Dewan Pendidikan Kota Depok; H. Ace Azhari, Ketua BMPS Kota Depok; Leni Sintorini, Pusta Pembelajaran Keluarga Kota Depok dan T. Farida Rachmayanti, Anggota DPRD Kota Depok Komisi D.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Depok, Sri Utami mengatakan acara tersebut merupakan salah satu implementasi dari penyerapan aspirasi masyarakat dalam mengahadapi permasalahan yang dihadapinya yakni pendidikan di masa pandemi.

“Tak lupa ucapan terima kasih para nara sumber, seluruh peserta dan panitia atas terselenggara kegiatan ini dan berharap semoga acara ini bermanfaat bagi semua pihak,” ujarnya, kemarin.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, M Thamrin mengungkapkan, dalam mengahadapi tantangan dunia pendidikan di masa pandemi diperlukan evaluasi, pemetaan dan strategi yang tepat terutama dalam menyongsong New Normal.

“Misal persoalan tidak semua terfasilitasi jaringan ketika belajar dari rumah, ada peran guru yang belum optimal karena yang merasa lebih nyaman tatap muka dan seterusnya. Maka perlu optimalisasi dan modifikasi pembelajaran, orientasi pengembangan pada minat, bakat dan karakter siswa (bukan material oriented),” tandasnya.

Thamrin juga mengapresiasi kepada seluruh murid dan guru yang telah bersedia menjalankan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama ini.

“Dinas Pendidikan sedang menyusun kebijakan tertulis terkait pembelajaran di tengah pandemic,” katanya.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Depok, Moh Hafid Nasir menyatakan, bahwa Dewan Pendidikan melalui lembaga binaannya yakni komite sekolah berupaya bisa ikut berperan aktif di masa pandemi.

“Keluhan seperti pengadaan alat belajar jarak jauh dapat dilakukan secara gotong royong atau memberi pertimbangan penyusunan anggaran sekolah (refocusing dan recalculating), bisa memilah dan memilih penggalangan dana yang dibenarkan (bedakan antara bantuan, sumbangan dan pungutan pendidikan) sampai memberi rekomendasi ke pemkot,” jelasnya.

Dalam pemaparannya Ketua BMPS Kota Depok, H Acep Azhari mengatakan ada lima masalah sekolah swasta di masa pandemic diantaranya semakin lama Pembelajaran Jarak Jauh, semakin sulit sekolah menerima pemasukan (partisipasi biaya pendidikan hanya berkisar 10% sampai 45%)

“Macetnya pembayaran, apakah sekolah swasta harus PHK Guru?. PPDB di masa pandemi yang memprihatinkan, New Normal di sekolah swasta menyulitkan karena sistem shift dan protokol kesehatan dan yang kelima guru atau pegawai di atas 45 tahun offline. Ekstremnya sekolah swasta di masa pandemi ini bertahan atau collaps,” ungkapnya.

Leni Sintorini, dari Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) mengungkapkan, pengelolaan psikologis anak di masa Pembelajaran Jarak Jauh pada dasarnya adalah memahami dan menerima emosi dari diri orang tua dan guru.

“Manajemen emosi orang tua dan guru sebagi pendamping berpengaruh signifikan terhadap emosi anak. Memiliki regulasi emosi yang baik akan memahami kebutuhan emosi anak sehingga dapat memberikan respon yang tepat dan patut terhadap emosi yang dimunculkan anak,” jelasnya.

Sementara itu Anggota Komisi D DPRD Depok, Farida Rachmayanti menyatakan bahwa keptusan anak masuk kembali ke sekolah harus tepat timing dan akurasinya.

“Keselamatan siswa, tenaga pendidik dan karyawan sekolah menjadi hal yang utaman. Hal lain yang perlu diperhatikan untuk menjadi pertimbangan adalah kondisi makro kesehatan anak Kota Depok, serta kondisi sosial dan psikologis mereka,” pungkasnya. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here