Pergerakan Warga Menuju Jakarta Terpantau Ramai

24
Kapolres Metro Depok saat menyapa pengguna jalan

Margonda | jurnaldepok.id
Pergerakan masyarakat Kota Depok ke Jakarta di masa transisi New Normal dikatakan meningkat dan ramai.

Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah mengatakan itu saat melakukan pengecekan di Stasiun Commuterline Depok Lama, Kecamatan Pancoran Mas.

Azis mengaku, sejak masa transisi menuju kebiasaan baru atau new normal, telah terjadi peningkatan arus lalu lintas yang siginifikan, khususnya pengguna KRL.

Terkait hal itu, pihaknya pun mengerahkan sedikitnya 15 personel di sejumlah stasiun di wilayah Depok.

“Setelah tidak diberlakukan PSBB aktifitas masyarakat kini sudah kembali seperti biasa meski secara bertahap. Untuk itu anggota kami turunkan di jalan dalam menjaga situasi lalu lintas mengarah ke Jakarta,” ujarnya, Senin (15/6).

Dia menuturkan, hasil pantauan di dua lokasi berbeda yaitu Stasiun Kereta Api dan Jalan Margonda, kondisi pergerakan ke arah Jakarta pagi hari terbilang ramai teratur.

“Tadi kami juga sudah cek penumpang dalam gerbong KRL sudah tertib tidak ada kepadatan luar biasa jika pagi hari, terlihat ada jaga jarak, menggunakan masker dan sudah menerapkan pembatasan anjuran penumpang sesuai aturan pemerintah,”katanya.

Selain itu, Azis mengaku pihaknya bakal mengusulkan wacana per kuota untuk masing-masing gerbong KRL di setiap stasiun. Dia menilai hal itu cukup efektif untuk menekan penumpukan penumpang.

“Kalau dari Bogor penumpang sudah cukup penuh maka di Depok akan bertambah, maka dibuat kuota per stasiun, misalnya di Bojonggede 100 orang per rangkaian gerbong, di Citayam turun lagi kuotanya, sampai di Depok Baru kuota menurun sampai 50 orang. Itu kuota satu rangkaian,” paparnya.

Dijelaskannya, pertama padat jumlah penumpang di Stasiun Bojonggede, kedua Stasiun Citayam ada 4.000 an, Stasiun Depok Lama ada 1.500 an, Stasiun Depok baru 2.500, lalu Pondok Cina 1.000, lalu terakhir Stasiun UI ada 500 orang.

“Ada peningkatan sekitar 70 persen pengguna kendaraan bermotor, hal ini karena rata-rata penduduk Depok merupakan pekerja di daerah Depok setelah Gubernur DKI kembali membuka perusahaan peningkatan sangat tinggi,”tambahnya.

Azis beranggapan itu adalah salah satu cara yang tepat untuk menjaga physical distancing.

“Jika kita loss, maka akan semakin padat sampai ke DKI Jakarta dan physical distancing dilanggar,” katanya.

Cara lainnya, ucap Azis, yakni penambahan pemberangkatan KRL dan bukan hanya dari Bogor.

“Kami sedang diskusikan kemungkinan akan di-acc di mana KRL pemberangkatannya bukan hanya dari Bogor tapi ada dari Depok, sehingga ada angkutan alternatif ke Jakarta menggunakan kereta yang masih lengang,” tukasnya.

Sedangkan dari pengaturan anggota yang dilakukan di sepanjang Jalan Raya Margonda dan Jalan Utama baik Jalan Tol mengarah ke Jakarta terjadi peningakatan jumlah kendaraan pribadi khususnya sepeda motor.

Terpisah Kasat Lantas Polrestro Depok, Kompol Erwin Aras Genda mengatakan untuk mengantisipasi peningkatan kenaikan kendaraan pribadi menuju Jakarta khusus pagi hari disiapkan 120 personil melakukan pengaturan.

“Anggota yang sudah kami ploting dibantu masing-masing anggota Polsek turun ke jalan-jalan untuk membantu mengatasi kepadatan lalu lintas saat jam kerja maupun pulang kerja,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here