PT PJR Tuntut Dua Orang Yang Diduga Melakukan Perbuatan Melawan Hukum

36
Proses persidangan polemik Pasar Kemirimuka

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Dua warga yang diduga sebagai orang dibalik perlawanan pihak ketiga yang mengakibatkan tertundanya eksekusi deklarasi Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, dibawa ke ranah hukum Pengadilan Negeri Kota Depok oleh PT Petamburan Jaya Raya (PJR).

Kuasa Hukum PT Petamburan Jaya Raya, Richard Yosafat kepada wartawan mengatakan dua warga yang dimaksud adalah Karno Sumardo dan Leo Ferdiansyah.

“Kedua orang ini oleh klien kami PT Petamburan Jaya Raya selaku pemilik Pasar Kemirimuka yang sah sesuai hukum diperkarakan ke Pengadilan Negeri Kota Depok,” ujarnya.

Kliennya sudah mendaftarkan ke Pengadilan Negeri Kota Depok dengan No 70/pdt.G/2020/ PN Depok, dimana sidang pertama sudah dilaksanakan pada, Rabu (10/6).

Namun sangat disayangkan, pada sidang pertama kedua tergugat tersebut tidak hadir pada pelaksanaan sidang. Karena ketidakhadiran dua tergugat tersebut, maka sidang dilanjutkan pada 23 Juni 2020 mendatang.

Dia menambahkan kliennya memperkarakan dua orang itu karena diduga telah melanggar melawan hukum dengan menyuruh beberapa pedagang melakukan gugatan perlawanan pihak ketiga untuk menunda eksekusi Pasar Kemirimuka milik PT PJR.

“Seharusnya kegiatan deklarasi eksekusi Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok sudah dilaksanakan pada tahun 2019, namun dengan adanya pihak yang melawan putusan tersebut maka pelaksanaan eksekusi Pasar Kemirimuka tertunda, sebelum akhirnya mereka dihukum melakukan PMH oleh PN Depok dan akhirnya mencabut kasasi perlawanan tersebut,” katanya.

Tertundanya deklarasi eksekusi oleh Pengadilan Negeri Kota Depok mengakibatkan kliennya PT Petamburan Jaya Raya dirugikan.

“Tidak hanya klien kami saja yang dirugikan akan tetapi para pedagang Pasar Kemirimuka lainnya juga dirugikan atas penundaan deklarasi eksekusi,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Margonda Depok, Yaya Barhaya mengatakan, pihaknya menunggu itikad baik dari PN Depok untuk melakukan eksekusi.

“Kami lakukan dengan langkah – langkah yang sesuai, seperti mengirim surat. Nantinya kalau belum juga ada tanggapan dari PN Depok, kami akan kembali mengirim surat,” jelas Yaya.

Kasus sengketa lahan antara pengelola Pasar Kemirimuka dengan Pemkot Depok sudah berjalan beberapa tahun belakangan ini.

Dalam sejumlah sidang, Pemkot belum pernah memenangi kasus ini. Meski begitu, putusan belum juga dijalankan PN, Pemkot Depok bahkan kalah 10-0 dari PT Petamburan Jaya Raya dan tiga perkara sudah berkekuatan hukum tetap.

Sementara itu Leo Ferdiansyah saat dikonfirmasi perihal hal tersebut mengatakan sah-sah saja orang melakukan tuntutan.

“Intinya saya siap dalam persidangan,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here