Dosen Universitas Pamulang Salurkan Bansos untuk Guru Ngaji di Daerah Parung Panjang

130
Aksi Dosen Unpam saat menyalurkan Bansos di wilayah Parung Panjang, Bogor

Bogor | jurnaldepok.id
Sejumlah Dosen Universitas Pamulang melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), kali ini mereka bekerjasama dengan Rumah Shodaqoh di daerah Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk menyalurkan bantuan sosial (Bansos).

PKM yang digelar di Desa Lumpang tak lain untuk membantu masyarakat yang terdampak dikeluarkannya Peraturan Daerah mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk warga desa tersebut, khususnya yang keseharian sebagai guru ngaji honorer.

“Kita tahu penghasilan mereka didapatkan dengan cara bertemu langsung dengan para jama’ah masjid dan masyarakat sekitar. Permasalahannya yang ada saat ini hingga beberapa minggu bahkan beberapa bulan kedepan mereka tidak mendapatkan penghasilan, karena tidak lagi dapat mengajar atau keluar rumah untuk memberikan ilmunya secara langsung kepada jama’ah dan masyarakat sekitar,” ujar Amirudin, perwakilan Dosen Universitas Pamulang, kemarin.

Sementara, sambungnya, dari Kemendikbud menyarankan untuk memberikan pembelajaran secara online yang tidak bisa dilakukan oleh guru ngaji, jama’ah dan masyarakat tersebut karena keterbatasan alat komunikasi pendukung untuk pembejalaran.

Atas dasar itu, kata dia, Dosen Universitas Pamulang khususnya Program Studi Manajemen melakukan kerja sama dengan Rumah Shodaqoh yang berada di daerah tersebut memberikan bantuan berupa pangan (sembako) kepada para guru ngaji dan masyarakat sekitarnya untuk melakukan kegiatan kemitraan melalui pendistribusian sembako yang tidak mendapatkan penghasilan tersebut.

“Selain itu kami juga mendapatkan pembelajaran tentang tanaman organik yang dapat diaplikasikan kepada masyarakat. Kami selaku dosen manajemen memberikan masukan kepada mereka untuk membantu kemitraan Rumah Shodaqoh meningkatkan kegiatan UMKM di daerahnya, sehingga mereka dapat mendapatkan penghasilan dan mencukupi kebutuhannya untuk jangka yang panjang,” paparnya.

Hal ini, lanjutnya, sangat berdampak untuk warga yang dalam kesehariannya bekerja pada tingkatan bawah sebagai guru ngaji, honorer, pedagang, pelayanan yang penghasilannya didapatkan dengan cara bertemu langsung dengan para konsumen atau jama’ah pengajian.

Adanya wabah Covid-19 para guru ngaji tersebut tidak mendapatkan penghasilan karena semuanya tidak diperbolehkan untuk beraktivitas keluar rumah sebab adanya PSBB.

“Para Dosen Universitas Pamulang bersama Rumah Shodaqoh melakukan kegiatan sosial dengan membantu meringankan beban hidup berupa pangan. Dalam memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat dalam membantu memasarkan kebutuhan sehari-hari, pengobatan herbal. Untuk menggerakkan mereka dan memudahkan mereka melakukan aktivitasnya kami memberikan bantuan dalam bentuk sumbangan sembako yang diberikan dari rumah ke rumah agar langsung ke sasaran yang membutuhkan dan tidak terjadi penumpukan warga karena sosial distancing,” katanya.

Turut serta dalam kegiatan itu para Dosen Universitas Pamulang seperti Dede Hendra, Rr. Renny Anggraini, Baliya Munadjat dan Ida Nurlina. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here