Dampak Covid 19, SD Muhammadiyah Meruyung Berikan Potongan SPP 50 Persen

64
Kepala Sekolah dan guru SD Muhammadiyah Meruyung foto bersama usai menyerahkan bingkisan

Limo | jurnaldepok.id
Kebijakan yang diterapkan SD Muhammadiyah Meruyung memberi keringanan bagi para orang tua murid yang terkena dampak Covid 19 layak untuk diapresiasi oleh semua pihak. Sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Meruyung No 3 Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo ini, memberikan keringanan pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sebesar 50 persen untuk bulan Juni.

Kepada Jurnal Depok, Kepala SD Muhammadiyah Meruyung, Ade Irma Gunawan mengatakan, diberlakukannya potongan 50 persen pembayaran SPP di Juni, karena sekolah ingin memberikan keringan kepada orang tua siswa dan potongan uang SPP ini lanjut dia berlaku bagi seluruh siswa dari kelas I hingga VI.

“Semoga ini benar-benar membantu bagi orang tua siswa, khususnya bagi orang tua murid yang terdampak secara ekonomi akibat wabah Corona,” ujar Ade kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dia menambahkan dalam kondisi normal SPP kelas I hingga III tiap bulan seharusnya membayar Rp 200 ribu, sedangkan kelas IV hingga VI sebulan Rp 150 ribu dan khusus bulan Juni semuanya hanya membayar separuhnya. Selain memberlakukan potongan SPP, pihak sekolah juga memberikan bantuan kepada orang tua siswa yang terdampak ekonomi akibat wabah Virus Corona atau Covid-19.

“Kami memberikan bantuan kepada 52 orang tua siswa yang terdampak Covid 19, bantuan yang diberikan berupa sembako dengan nilai Rp 200 ribu, semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban orang tua murid dalam memenuhi kebutuhan sehari hari,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi terkait pelaksanaan proses belajar mengajar Ade mengatakan, siswa belajar seperti biasa, dan pihaknya masih menerapkan sistem belajar mengajar jarak jauh.

Dia menambahkan, memang banyak siswa yang merasa bosan karena terlalu lama libur, namun kata dia pihaknya tetap menerapkan ketentuan belajar dari rumah, ini demi kebaikan dan kesehatan bersama, baik untuk siswa, guru dan keluarga di rumah.

“Kami berharap semoga wabah Corona segera berlalu dan musnah, sehingga kondisi menjadi normal dan kami bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara normal seperti sebelum ada wabah Corona,” pungkasnya. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here