Penumpang KRL Membludak, Wali Kota Minta Gubernur DKI Atur Jam Masuk Kerja

36
Rangkaian KRL yang melintas di wilayah Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Depok memantau pergerakan masyarakat yang mulai kembali beraktivitas ke wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“Dengan PSBB Proporsional wilayah Bodebek dan transisi di DKI Jakarta, terjadi peningkatan pergerakan orang yang cukup tinggi, karena sejumlah kantor dan perusahaan yang sebelumnya tutup kini mulai melakukan aktifitas,” ujar Mohammad Idris, Wali Kota Depok, Senin (8/6).

Kondisi tersebut, kata dia, dapat dilihat dari panjangnya antrean penumpang di sejumlah stasiun kereta ketika jam sibuk (peak hour). Di wilayah Depok antrean penumpang terjadi di Stasiun Citayam hingga pukul 09.30 WIB.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga terutama kelompok lanjut usia, untuk menunda perjalanan dengan commuter line jika tidak ada kepentingan mendesak, demikian pula warga yang akan berpergian membawa balita. Hal ini untuk menghindari resiko penularan Covid 19 yang akan berakibat fatal bagi dirinya,” paparnya.

Dari itu, sambungnya, pihaknya akan mengusulkan kepada Pemerintah dan Pemerintah DKI Jakarta untuk melakukan pengaturan jam kerja pegawai, baik pegawai pemerintah maupun swasta melalui pembagian shift dalam bekerja.

“Hal ini dilakukan untuk mengurangi penumpukan penumpang pada jam sibuk. Demikian pula diberikan fasilitas layanan antar jemput pegawai dari kantor atau perusahaan tempat kerjanya, agar tak terkonsentrasi seluruhnya dengan menggunakan commuter line,” jelasnya.

Hingga Senin (8/6) petang, jumlah kasus positif Covid 19 di Kota Depok mencapai 593 (+11), Sembuh 329 (+3) dan meninggal 30 (+0).

Sementara untuk OTG sebanyak 1.911 (+2), ODP 3.802 (+4) dan PDP sebanyak 1.455 (+6). n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here