828 Pasangan Akhiri Masa Jomblo, KUA Kebanjiran Order Nikahan

241
ilustrasi

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Kantor Kementerian Agama Kota Depok merilis sedikitnya 828 calon pengantin (Catin) telah mendaftarkan diri untuk menikah di bulan ini.

“Memang pelayanan nikah sudah kami buka sejak, Sabtu (6/6) kemarin. Saat ini sudah ada sebanyak 828 calon pengantin yang telah mendaftarkan diri untuk menikah,” ujar H Asnawai, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Depok, Senin (8/6).

Ia menjelaskan, jumlah tersebut berasal dari 11 kecamatan di antaranya Kecamatan Cinere 38 pendaftar, Cimanggis 91, Limo 47, Sawangan 57, Beji 70, Tapos 100, Cilodong 85, Cipayung 105, Bojongsari 36, Sukmajaya 99 dan Pancoran Mas 100 pendaftar.

“Dikarenakan ini masih Bulan Syawal dan dari beberapa bulan lalu sudah niat untuk menikah, maka jumlah calon pengantin yang dinikahkan di akhir pekan kemarin cukup banyak. Dalam satu KUA akhir pekan kemarin terjadi 10-15 pernikahan,” jelasnya.

Namun demikian, sambungnya, pelaksanaan nikah masih diharuskan di Kantor KUA atau balai nikah dan tetap mengacu pada protocol kesehatan.

“Dimana ketentuannya 10 orang yang mengikuti kegiatan pernikahan diantaranya petugas, wali nikah, dua orang saksi, pengantin dan keluarga kedua mempelai,” paparnya.

Selain itu, kata Asnawi, mereka diharuskan menggunakkan masker dan menjaga jarak. Khusus untuk penghulu, wali, pengantin dan saksi wajib memakai sarung tangan.

“Karena prinsip ijab qobul ini kan harus langsung, makanya mereka harus pakai sarung tangan,” jelasnya.

Jika, sambungnya, ada permintaan dari calon pengantin karena satu dan lain hal, maka proses pernikahan boleh dilakukan di rumah.

“Yang penting pihak keluarga menjamin dan siap siaga untuk menjalankan protokol kesehatan, maka pernikahan boleh di rumah. Tapi kalau di rumahanya ramai, penghulu berhak menolak untuk tidak dilaksanakan di rumah,” tegasnya.

Terkait dengan resepsi pernikahan, Asnawai mengungkapkan bahwa izin tersebut ranahnya bukan di Kementerian Agama akan tetapi melalui pemerintah kota dalam hal ini Tim Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid 19 Kota Depok.

“Kan masih tidak boleh berkerumun dan masih dibatasi,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here