PSBB Proporsional, Wali Kota Imbau Masyarakat Tatap Ikuti Protokol Kesehatan

17
Wali Kota Depok saat melakukan monitoring persiapan Shalat Jumat Berjamaah akhir pekan kemarin

Laporan: Aji Hendro
Wali Kota Depok, Mohammad Idris menyampaikan hasil monitoring di seluruh wilayah Kota Depok tentang pelaksanaan hari pertama pembukaan tempat ibadah yaitu pelaksanaan Shalat Jumat yang mayoritas sudah mengikuti protokol kesehatan.

“Semoga mengawali PSBB Proporsional sebagai masa transisi menuju Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), seluruh warga dapat mengikuti protokol yang sudah ditetapkan,” ujarnya, kemarin.

Demikian pula untuk RW yang menerapkan Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS), sejumlah tempat ibadah yang berada dalam lingkungan RW tersebut tidak melaksanakan kegiatan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pengelola Mesjid (DKM) yang telah melaksanakan ketentuan, dan agar diperbaiki kekurangan-kekurangan yang belum terlaksana untuk pelaksanaan shalat berjemaah, sehingga dapat lebih baik lagi dalam pengaturannya, untuk kesehatan dan kemaslahatan bersama,”paparnya.

Sejumlah protokol kesehatan yang diterapkan di masjid, diantaranya anak dibawah 12 tahun tidak boleh dibawa ke masjid, bagitu pula untuk para lansia yang sudah mengidap penyakit seperti gula dan lainnya disarankan tidak ke masjid karena rentan dengan penularan.

Selain itu, physical distancing 1,5 meter, penggunaan thermogun, handsanitizer, dan masker di setiap masjid atau tempat ibadah.

Sementara itu Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menunaikan Shalat Jumat di Masjid Jami Baiturrohim, Jalan Taufiqurrahman, Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji.

Ia mengatakan, dibolehkannya shalat berjamaah lagi merupakan wujud penerapan PSBB Proporsional untuk menjalani Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Makanya protokol kesehatan Covid-19 tetap diberlakukan, seperti membawa sajadah dari rumah, cuci tangan sebelum masuk, periksa suhu tubuh, sampai pengaturan jarak ketika salat. Saya meminta kepada masyarakat untuk bisa menerapkan standar ini. Sehingga, tidak terjadi lonjakan angka positif baru. Malah kalau bisa ditekan,” tegasnya.

Dirinya tak menampik bila sangat merindukan shalat berjamaah.

“Tentu selain karena pahalanya berlipat, ada sisi sosial di dalamnya. Bisa saling berbincang dan menyapa masyarakat secara langsung,” pungkasnya. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here