Sabar Ya…Mall Baru Akan Dibuka Pada 16 Juni

478
Wali Kota Depok saat meninjau langsug persiapan AKB di pusat perbelanjaan

Margonda | jurnaldepok.id
Pusat Perbelanjaan di Kota Depok mulai melakukan persiapan Adaptasi Kebiasaan Baru di masa pandemi Covid 19 sebelum dibuka pada 16 Juni mendatang.

Walikota Depo,k Mohammad Idris mengatakan Pemerintah Kota Depok mulai melakukan peninjauan pada sejumlah tempat ibadah, pusat perbelanjaan atau mall jelang diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru atau AKB.

“Saat ini kami Pemerintah Kota Depok sudah mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan kriteria proporsional,” ujarnya, Kamis (4/6).

Usulan ini pun, kata dia, telah disetujui oleh Gubernur Jawa Barat, dan mulai berlaku selama 14 hari kedepan atau dari 5 Juni 2020 hingga 19 Juni 2020.

Pengajuan tersebut juga telah dimuat dalam Surat Walikota Depok Nomor 443/273-Huk/GT Tanggal 3 Juni 2020 tentang pengajuan permohonan perpanjangan PSBB proporsional di wilayah Kota Depok.

Dalam PSBB Proporsional diberlakukan protokol sesuai Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 46 Tahun 2020 tentang pedoman PSBB secara proporsional sesuai level kewaspadaan kabupaten/kota sebagai persiapan pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19, dimana Kota Depok ditetapkan pada level kewaspadaan 3 (kuning).

“Beberapa aktifitas sosial akan mulai dibuka dengan pengaturan dan protokol yang ketat, diantaranya untuk ibadah di rumah ibadah, aktifitas di pusat-pusat ekonomi dan lain-lain,” katanya.

Khusus untuk mall, jelas Idris, disepakati oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) paling cepat bisa dibuka secara keseluruhan pada 16 Juni.

“Tapi kita lihat perkembangan, mudah-mudahan angka reproduksi efektif kita tetap dibawah satu sampai tanggal 16, atau 14 hari sejak tanggal 2 Juni ini,” jelasnya.

Lebih lanjut Idris mengungkapkan, dari pantauan saat ini, secara umum mall sudah siap melakukan kegiatan dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Di antaranya makan di tempat dengan tetap jaga jarak, mengenakan masker, dan membawa hand sanitizer.

“Kita lihat yang pengunjungnya paling besar dari sisi menengah ke bawah, ITC paling besar, ke atasnya Detos, kita akan lihat seperti apa. Margocity sudah kita dapat laporan bagus. Nah ini daerah-daerah perbatasan belum ini, tapi kita lihat secara fisik sudah siap,” tuturnya.

Meski secara persiapan sejumlah mall telah dianggap bisa beroperasi secara keseluruhan besok, namun nyatanya belum bisa.

“Kita melihat tren dari reproduksi efektif bisa di bawah satu. Jakarta saja sejak 25 Mei sudah dibawah satu, nah Depok masih diatas satu. Artinya, kalau Jakarta baru buka mall tanggal 16, Depok harusnya lebih,”katanya.

Dirinya menambahkan, kebijakan ini diambil untuk mengimbangi suasana kemajuan atau krisis kesehatan.

“Jangan sampai menimbulkan krisis-krisis yang lain. Arahan dari Pak Presiden begitu, pelaku usaha juga bisa menghidupkan negara, maka ini harus kita imbangi. Tapi perimbangan itu tidak semena-mena kita lihat kesehatan adalah segala sesuatunya,”katanya.

Namun demikian, keputusan ini tidak berlaku untuk rumah makan selain di mall.

“Kalau rumah makan, selain di mall itu bisa dibuka besok tanggal 5 Juni. Tapi untuk toko-toko di luar mall baru bisa dibuka Senin, ”katanya.

Idris menegaskan, tahapan yang berlaku seperti itu.

“PSBB selesai hari ini, besok perekonomian UMKM sudah menggeliat untuk memasarkan hasil produksi, toko dan rumah makan bisa dengan memerhatikan protokol kesehatan, Senin baru toko-toko di luar mall,” katanya.

Idris menjabarkan, untuk operasional mall ada pembatasan di wilayah provinsi 50 persen.

“Pengunjung dibatasi, penghitungan kasarnya setiap empat meter persegi hanya bisa diisi satu orang. Luasannya berapa akan dihitung,” tuturnya.

Namun untuk aktifitas lainnya seperti alun-alun, bioskop, dan beberapa lainnya masih ditutup, demikian pula sekolah masih dilaksanakan dengan sistem pembelajaran jarak jauh. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here