Buka Tanggal 16 Juni, Pengelola Mall Siap Ikuti Aturan Main

86
Simulasi penanganan Covid 19 di pusat perbelanjaan

Margonda | jurnaldepok.id
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kota Depok, Sutikno mengungkapkan, sebetulnya mall di Depok sudah siap secara protokol Covid-19.

“Kami sudah siap semuanya dari hal ada petugas, namanya petugas APD. Yang dari konsen itu Pak Wali adalah jumlah pengunjung enggak terkontrol. Jadi persiapan itu rekan-rekan lihat, dari eskalator ada tapak kakinya jaga jarak. Dari cuci tangan kami juga sudah siap,” ujarnya, Kamis (4/6).

Namun demikian, pihaknya tetap berharap mall dapat dibuka, 5 Juni 2020.

“Ya minimal tanggal 8 Juni gitu. Mungkin dia (wali kota) lihat kondisi DKI juga yang minus harus satu agak repot juga, tapi ya kalau enggak ada izin,”katanya.

Sutikno juga mengatakan, berdasarkan keputusan pemerintah daerah, restoran bisa buka secara implisit tapi tetap dengan menjaga jarak baik berdiri maupun duduk.

“Kami pikir di mall semua sudah siap, SOP-nya ada orang isolasi kami sudah siap. Intinya kami siap menjalankan protokol kesehatan. Ya sudah kami harus gimana, kan kami enggak bisa ngelawan PSBB juga. Kami harus ikutin. Enggak mungkin lah kami minta dapet izin, terus kami buka, kan repot juga,” ungkapnya.

Sutikno mengungkapkan, pihaknya punya manajemen sendiri dan itu harus bisa dijelaskan, bahwa di Depok juga ada PSBB yang harus berlaku.

Dengan demikian, ada perbedaan kebijakan, meski sama-sama berada di Jawa Barat.

“Untuk Depok sendiri sudah jelas sih kemarin saya bertemu dengan Disperindag bahwa perpanjang PSBB sampai 4 Juni dan jelas kami ikutan. Kan sudah berapa kali juga kami ikutan,” terangnya.

Meski demikian, Sutikno tak menampik jika kondisi ini telah membebani para pelaku usaha, termasuk para pengelola mal.

“Saya jujur nih, sebagai pengelola mal juga bingung tau ga sih. Kami ikut Jawa Barat, terus ikut Depok, terus Depok ikut Jawa Barat, terus sekarang ikut Depok lagi,” ucapnya.

Ia mengaku, kebijakan yang dibuat pemerintah terkadang membuat pihaknya berada diposisi yang tak menantu.

“Soalnya di regulasi kan berbeda-beda terus. Akhirnya terakhir keterangan instruksi ikutin di Depok lah, wali kota sendiri kan,”katanya.

Sutikno dan para pengelola mal di Kota Depok hanya bisa berharap, tempat usaha tersebut bisa segera beroperasi dalam waktu dekat. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here