PKS Tetap Ngotot Tinggalin Idris di Pilkada, Sandiwarakah?

416
Hafid Nasir

Margonda | jurnaldepok.id
Niat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk meninggalkan Wali Kota Depok petahana, Mohammad Idris dalam Pilkada Depok yang rencanannya akan digelar 9 Desember mendatang semakin kencang.

Hal itu terungkap ketika Jurnal Depok menanyakan langsung kepada Ketua DPD PKS Kota Depok, Hafid Nasir terkait peluang Idris dalam pilkada nanti.

“Jadi, setelah kandidat dari PKS mengerucut menjadi dua orang, maka itulah yang akan diusung sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dalam pilkada nanti. Iya harus eperti itu (tinggalkan incumbane,red), sementara saya berbicara seperti itu,” ujar Hafid kepada Jurnal Depok, Selasa (2/6).

Meski santer terdengar bakal calon wali kota-wakil wali kota dari internal PKS saat ini telah mengerucut kepada dua nama, namun hal tersebut ditepis Hafid.

“Belum, masih ada tiga nama. Ini kan masih kondisi pandemi, jadi belum ada hasil terbaru dari pusat. Kami sebagai balon diminta untuk terus melakukan sosialisasi, kalau informasi dari Jabar itu sumbernya siapa?,” paparnya.

Hafid berjanji, jika sudah mengerucut kepada dua nama maka pihaknya akan mensosialisasikan secara resmi.

“Di Juni ini harusnya sudah mengerucut kepada dua nama, dan kami berharap dari pusat sudah ada kepastian. Tiga nama ini sudah disodorkan ke DPW dan DPP,” terangnya.

Hafid yang juga sebagai salah satu kandidat kuat balon wali kota dari internal PKS mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu rekomendasi dari DPP terkait pasangan balon wali kota-wakil wali kota yang nantinya didaftarkan ke KPU.

Ketika ditanya apakah dirinya yakin masuk kedalam dua nama itu, Hafid mengungkapkan dirinya tidak mau mendahului takdir.

“Mekanisme di parati kami tidak sperti di partai-partai lain, tidak ada intervensi maupun komunikasi langsung. Yang jelas semua itu telah kami lakukan sesuai dengan struktur mulai dari kota, provinsi hingga ke pusat. Kami menunggu saja, jika amanah itu diberikan kepada kami maka akan saya optimalkan, kalau pun tidak, saya akan melakukan yang terbaik untuk kemajuan PKS di Kota Depok,” katanya.

Sebelumnya Wali Kota Depok petahana, Mohammad Idris mengakui jika dirinya hingga saat ini masih cinta dan berharap diusung kembali oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di pilkada Depok, 23 September 2020 .
“Belum ada yang serius kepada saya ya, kalau mereka (parpol) sih serius. Seriusnya (PKS,red) bervariasi, kalau enggak serius kepada saya juga enggak bener. Serius itu dalam artian intensitas komunikasi, ukurannya itu. Yang paling intens PKS kepada saya pribadi,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, beberapa waktu lalu.

Artinya, kata dia, komunikasi dengan partai politik yang lain perlu ditingkatkan. Idris pun bicara peluang seberapa besar dirinya diusung PKS.

“Kalau peluang yang mengukur PKS, tapi kalau harapannya saya tetap cinta sama PKS, mudah-mudahan cinta saya tidak ditolak,” paparnya.

Idris juga menilai lumrah steatment Presiden PKS, Sohibul Iman yang sedikit menyinggung dirinya minggu lalau.

“Oh itu biasa, pemilik partai semuanya juga bilang begitu, sebab Dia menjagokan kadernya dong, siapapun. Cuma kan lihat peta politik dan kekuatan politik mereka nanti, kan mereka juga semuanya ingin menang, seperti itu intinya,” jelasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here