Jumat Depok New Normal, Jika Kasus Covid 19 Trendnya Terus Menurun

772
Pemukiman padat penduduk di wilayah Pancoran Mas dilihat dari ketinggian

Margonda | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Mohammad Idris memberi sinyal akan diberlakukannya new normal di kota berjuluk Sejuta Belimbing ini. Namun hal tersebut akan dilakukan jika kasus Covid 19 trendnya menurun hingga 4 Juni mendatang.

“Insya Allah jika reproduksi efektik Kota Depok semakin membaik dibawah angka 1 mudah-mudahan sampai setengah 0,5, kami akan lakukan pembatasan sosial berbasis RW kelurahan,” ujar Idris, kemarin.

Karena, sambungnya, hingga kini masih ada 19 kelurahan yang case konfirmasi positif di atas enam hingga 25 kasus.

“Selain kelurahan-kelurahan ini, kami akan lakukan adaptasi kebiasaan baru atau lebih dikenal di nasional ungkapan new normal, untuk beberapa kegiatan-kegiatan khususnya kegiatan keagamaan dan kegiatan di rumah ibadah,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pada masa PSBB hingga 4 Juni mendatang, warga masyarakat masih diharuskan melakukan kegiatan keagamaan di rumah masing-masing.

“Jangan sampai reproduksi efektif malah melonjak atau tidak menurun, sebagaimana yang kita harapkan. Kalau melonjak lagi bisa saja PSBB ditambah, Naudzubillah Mindzalik. Mudah-mudahan sesuai harapan kita PSBB dapat diselesaikan hingga 4 Juni dan setelah itu kita akan melakukan kegiatan sesuai dengan norma-norma kesehatan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota,” jelasnya.

Terkait dengan penerapan PSBB Proporsional, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kota Depok, Dadang Wihana mengungkapkan, bahwa PSBB Proporsional sesungguhnya merujuk pada Pergub Jawa Barat.

“Karena disana sudah ada pengaturan, termasuk Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Belum (new normal,red) kami lihat dulu Rt dan indikator-indikatornya. Kemarin Pak Wali sampaikan jika Rt <1 maka PSBB Proporsional yang di dalamnya ada AKB dan beberapa aktivitas dibuka,” tandasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Kota Depok berdasarkan evaluasi provinsi berada di level tiga.

“Tapi karena Rt kita per tanggal 25 Mei >1, maka masih dilaksanakan protokol PSBB sesuai Keputusan Gubernur Jabar tentang PSBB Bodebek hingga 4 Juni. Jika AKB diterjemahkan new normal mungkin bisa-bisa saja, ketika PSBB Proporsional dengan level tiga,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here