Belasan Mobil Travel Plat Hitam Dijaring Aparat Gabungan

46
Kapolres, Dandim serta perwakilan Dishub saat meninjau belasan mobil travel yang berhasil dijaring memasuki wilayah Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Aparat gabungan TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP mengamankan mobil pribadi yang membawa penumpang atau pemudik ketika melintas di wilayah Depok menuju Jakarta.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah menuturkan, langkah ini dilakukan untuk memutus mata rantai virus Corona.

“Sebelum lebaran kami telah melaksanakan kegiatan larangan mudik supaya warga yang dari Jakarta tidak pulang ke kampungnya, agar kampungnya tidak terpapar virus Corona,” ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan, setelah hari raya lebaran aparat kembali melakukan kegiatan dengan tujuan untuk mengawasi dan membatasi orang dari daerah masuk ke Jakarta maupun sekitarnya, dalam hal ini Kota Depok.

“Saat kegiatan itu kami masih melaksanakan perintah sesuai peraturan perundang-undangan, di antaranya Perwali (peraturan wali kota) dan Undang-undang Lalu-lintas,” bebernya.

Pihaknya telah melakukan kegiatan patroli, hunting dan cek point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak tanggal 28 Mei 2020.

Sampai dengan periode 1 Juni 2020, didapatkan beberapa angkutan orang yang hendak masuk ke arah Jakarta melewati Depok.

“Yang kami tindak di antaranya beberapa kendaraan travel yang berpelat hitam menyalahi PSBB, dan Perwali serta menyalahi Undang-undang Lalu Lintas, tepatnya melanggar Pasal 308, yakni menyalahi aturan trayek dimana ancamannya adalah kurungan dua bulan atau denda Rp 500 ribu,”katanya.

Adapun jumlah travel yang diamankan yakni 13 kendaraan jenis bus dan minibus.

“Mereka kendapatan ingin masuk Jakarta dengan beragam modus, salah satunya melalui jalur-jalur tikus untuk mengelabui petugas jaga. Mereka ini tidak melewati Pantura tapi melambung dulu melewati Sukabumi, Cianjur, Jonggol dan ketika akan masuk Bogor mereka belok lagi hingga melintas di wilayah Depok, tapi kami sudah memasang anggota disana dan patrol,” jelasnya.

Azis menegaskan, mereka yang diamankan bukan hanya melakukan pelanggaran peraturan saja tapi juga tidak ada kesadaran untuk sama-sama menjaga kesehatan satu sama lain.

“Untuk travel semunya jelas mlanggar ijin trayek dan PSBB. Sedangkan untuk kendaraan pribadi yang kami putar balik ada 324 kendaraan,” tuturnya.

Lebih lanjut Azis mengatakan, dari hasil pemeriksaan diketahui, rata-rata kendaraan yang dihalau ini datang dari arah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Mereka ini rata-rata warga daerah yang banyak beraktivitas di sekitar Jakarta. Awal sebelum ada larangan mudik mereka sudah pergi dan sekarang ada larang balik, mereka sudah kembali,” ucapnya.

Selain bergerak pada malam hari atau jelang subuh, modus lain yang digunakan para pelanggar adalah dengan menyewa travel secara berkelompok.

“Mereka ini rata-rata iuran, kemudian sama-sama ke tempat tujuan, utamanya ya ke Jakarta. Biasanya bergerak pada malam hari atau dini hari untuk mengelabui petugas yang di lapangan dan melewati jalur-jalur yang tak biasa, bukan jalan utama,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here