Tak Dilengkapi SIKM, Ratusan Kendaraan Ditolak Masuk Depok

1558
Petugas kepolisian saat menghentikan mobil travel yang diduga tidak dilengkapi SIKM

Margonda | jurnaldepok.id
Patroli Biru Gabungan Satlantas Polrestro Depok menjaring ratusan kendaraan yang membawa penumpang dari luar kota menuju Kota Depok dan sekitarnya. Mobil yang tidak memiliki Surat Izin Keluar Masuk(SIKM) tersebut, langsung diputar balik.

Kasat Lantas Polrestro Depok, Kompol Erwin Aras Genda mengatakan, pihaknya memaksimalkan pencegatan kendaraan yang akan masuk ke Depok, Jakarta dengan membentuk patroli biru berjumlah 34 personil yang terdiri dari anggota Lantas, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

Tim Patroli Biru kemudian melakukan patroli di empat wilayah perbatasan masuk Depok dan Jakarta.

“Untuk lebih memaksimalkan penyekatan kendaraan yang akan masuk ke Jakarta dan Depok melalui Pos Cek Point PSBB tersebar di 20 titik, kami juga buat Patroli Biru dengan cara bertindak Hunting Sistem,” ujarnya, kemarin.

Dia menuturkan, hasil yang didapatkan anggota dari Patroli Biru tersebut yaitu memutar balikkan kendaraan pribadi dan bus travel yang membawa pemudik di daerah perbatasan.

“Kami juga mengamankan mobil travel yang mengangkut 17 orang asal Kuningan Jawa Barat,” katanya.

Mobil travel Isuzu Elf E 7502 VC yang dikemudikan Mulyono bersama kesepuluh penumpang langsung diamankan ke Polrestro Depok.

“Setelah para penumpang termasuk sopir travel kami data sesuai identitas KTP langsung kami suruh pulang ke rumah masing-masing. Sementara itu untuk mobil kami sita sebagai barang bukti melanggar Pasal 308 Jo 173 UU No. 22 Tahun 2009 tentang pelanggaran Trayek,” tuturnya.

Sementara 50 unit mobil pribadi yang terjaring dalam patroli biru dikatakan telah melanggar Peraturan Walikota Depok Tahun 2020.

“Bagi warga dari luar Depok yang tidak memenuhi ketentuan persyaratan masuk kota yang diatur Pasal 5 ayat 2, langsung diputar balikkan,” katanya.

Sementara untuk travel yang tak punya izin atau melanggar trayek, maka akan diamankan kendaraanya sebagai barang bukti untuk proses lebih lanjut.

“Untuk kendaraan travel yang penumpangnya tidak dilengkapi SIKM diberi sanksi dengan tilang sesuai dengan pelanggaran Pasal 308 Jo 173 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 LLAJ tentang pelanggaran trayek,” paparnya.

Erwin mengimbau agar masyarakat dapat mematuhi aturan tersebut diantaranya yakni melengkapi diri dengan SIKM dan surat pemeriksaan Covid-19.

“Peningkatan penjagaan PSBB Covid -19 ini kami optimalkan melalui patroli biru dimulai dari pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB. Pada waktu seperti ini merupakan rentan para pemudik atau pengendara bisa lolos pantauan anggota karena di pos cek point PSBB ada keterbatasan waktu mulai dari pukul 06.00 WIB sampai 20.00 WIB,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here