Novi: New Normal Butuh Kesadaran Tinggi dan Pengawasan Yang Ketat

159
Novi Anggriani

Margonda | jurnaldepok.id
Tokoh Perempuan dan Anak di Kota Depok, Novi Anggriani Munadi menanggapi positif dinamika kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat maupun daerah, khususnya persiapan New Normal nanti.

Novi menilai ada dua hal penting yang harus dijalankan bersama baik oleh pemerintah, swasta maupun masyarakat umum dalam melaksanakan New Normal.

“Pertama adalah dibutuhkan kesadaran tinggi oleh semua pihak untuk disiplin diri terhadap protokol kesehatan yang telah ditentukan. Kedua, pihak berwenang seperti aparat keamanan dan hukum mesti mengawasi ketat dalam pelaksanaan New Normal dan memberikan sanksi tegas ketika ada yang melanggar,” ujar Novi, Jumat (29/5).

Terpenting, lanjut Novi, sebelum melaksanakan New Normal ini adalah sudah memenuhi syarat yang telah ditetapkan World Health Organization (WHO). Ditambah juga belajar dari pengalaman negara – negara lain di dunia yang telah menerapkan New Normal terlebih dahulu.

Tujuannya, kata Ketua Umum Komunitas NADI Center ini, agar harapan dari New Normal terwujud, bukan kebalikannya. Dengan begitu masyarakat tetap sehat, kurva korban pandemi Covid-19 terus melandai dan roda perekonomian berputar kembali.

“Ini yang dimaksud beradaptasi dengan masa pandemi Covid-19. Bukan untuk menimbulkan banyak korban dan roda perekonomian lesu atau bahkan berhenti,” kata Novi.

Novi menilai ada dua hal yang menjadi konsentrasi dirinya saat New Normal akan dilaksanakan. Pertama, aktifitas perempuan khususnya kaum ibu di pasar dan kedua, wacana anak-anak mulai bersekolah lagi.

Ketika pasar baik tradisional maupun modern kembali dibuka, tentu keramaian tidak bisa dihindari. Kaum ibu kata Novi menjadi rentan jika tidak waspada tingkat tinggi dalam melaksanakan protokol kesehatan yang berlaku.

“Kaum ibu ini bisa tertular dan menularkan ke anggota keluarga lainnya, ketika tertular karena tidak hati – hati saat beraktifitas di pasar tadi. Apalagi jika kondisi mereka sedang hamil, ini butuh pengawasan yang tinggi dari pihak yang berwenang di lapangan,” imbuh Novi.

Selain itu, kerentanan berikutnya adalah ketika anak – anak mulai masuk ke sekolah lagi. Tanpa pengawasan yang ketat dari pihak sekolah dan kesadaran yang masih minimum dari anak – anak, Novi khawatir sekolah justru akan menjadi wilayah baru penyebaran Covid-19 ini.

“Saya pribadi menilai penerapan masuk sekolah pada awal New Normal ini kurang tepat. Sekolah bisa dioperasionalkan kembali, ketika kurva Cofid-19 ini turun sangat signifikan atau sangat drastis,” tegas Novi.

Novi pun meminta, meski nantinya New Normal terlaksana, kegiatan gotong – royong atau saling menolong di antara sesama tetap berjalan.

“Saya dan tim saya akan tetap membagikan alat pelindung diri dan sembako kepada warga Depok yang membutuhkan,” paparnya.

Seperti diketahui Kota Depok yang merupakan bagian dari Jawa Barat dan berbatasan dengan Ibu Kota DKI Jakarta kembali memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan mengikuti kebijakan Gubernur Anies Baswedan (Anies), hingga 4 Juni mendatang.

Di sisi lain, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil tengah menyiapkan fase New Normal yang akan diterapkan di wilayahnya pada bulan Juni nanti. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here