Aduh..PSBB Depok Diperpanjang Lagi Hingga 29 Mei

1298
Petugas gabungan saat mengatur lalu lintas dalam penerapan PSBB

Margonda | jurnaldepok.id
Meski dinilai banyak kalangan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak efektif, namun Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Depok kompak memperpanjang PSBB hingga 29 Mei mendatang.

“Berkenaan dengan masa PSBB III yang akan berakhir pada 26 Mei 2020, sesuai keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.274-Hukum/2020 tentang PSBB daerah Provinsi Jawa Barat dalam rangka percepatan penanggulangan Covid 19 dan diputuskan PSBB Jawa Barat dilanjutkan sampai dengan tanggal 29 Mei 2020, termasuk di dalamnya PSBB Bodebek,” ujar Mohammad Idris, Wali Kota Depok dalam rilisnya, Selasa (25/5).

Untuk Kota Depok, sambungnya, PSBB juga dimuat dalam Peraturan Wali Kota Depok Nomor 443/217/kpts/Dinkes/Huk/2020 tentang perpanjangan PSBB dalam rangka percepatan penanggulangan Covid 19.

“Diputuskan perpanjangan PSBB di Kota Depok hingga tanggal 29 Mei 2020,” paparnya.

Lebih lanjut Idris mengungkapkan, setelah masa perpanjangan PSBB berakhir pada 29 Mei mendatang, pihaknya masih akan mengkaji secara mendalam dari beragam dimensi baik dari sisi kesehatan dengan menganalisa data statistik kasus, maupun dari sisi lainnya terutama ekonomi.

“Juga dari sisi sosial budaya, tingkat kedisiplinan warga dan kebijakan sinergi antar daerah di Jabodetabek,” terangnya.

Dari itu, sebelum tanggal 29 Mei 2020 pihaknya akan menggelar rapat terlebih dahulu dengan Forkopimda untuk membahas kebijakan tersebut.

Sebelumnya Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Imam Budi Hartono secara tegas mengatakan bahwa PSBB di Jawa Barat tidak efektif.

“Kebijakan PSBB tak efektif, setidaknya ada beberapa hal penyebabnya diantaranya masih banyak warga belum memahami ketentuan-ketentuan dalam aturan PSBB. Apa itu PSBB, maksud dan tujuan serta manfaat bagi warga. Sepertinya Pemerintah asik dengan program mengatasi dari dua sudut saja yaitu masalah kesehatan dan masalah sosial. Masyarakat pikirannya tidak fokus terhadap masalah PSBB, kebanyakan fokus permasalahan sosial ekonomi karena sudah tak berpenghasilan lagi alias sudah tak punya uang lagi,” ungkapnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here