PSBB Diduga Tak Efektif, Buktinya Pasien Positif Corona di Depok Bertambah Setiap Hari

571

Margonda | jurnaldepok.id
Penerapan Pembatasan Soial Berskala Besar (PSBB) di Kota Depok diduga tak berjalan efektif.

Buktinya, sejak diterapkan beberapa minggu lalu jumlah pasien positif Covid 19 bukannya menurun akan tetapi terus bertambah setiap harinya. Begitu juga dengan status OTG, ODP dan PDP.

“Penambahan kasus konfirmasi positif hari ini sebanyak 13 kasus. Penambahan terebut berasal dari tindaklanjut program rapid test Kota Depok yang ditindalkanjuti dengan Swab di Labkesda dan PCR di laboratoriun RSUI sebanyak enam orang,” ujar Mohammad Idris, Wali Kota Depok dalam rilisnya, Senin (23/5).

Ia menambahkan, tindak lanjut program rapid test yang diselenggarakan oleh BIN dan ditindaklanjuti dengan Swab sebanyak tiga orang dan empat orang lagi informasi kasus yang berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

“Penambahan kasus mulai meningkat sejak 14 Mei 2020 dan tertinggi pada 22 Mei 2020,” paparnya.

Penambahan kasus terbanyak bersumber dari hasil Swab PCR tindak lanjut program rapid test yang digulirkan GTPPC Kota Depok dan pihak-pihak yang peduli dalam penanggulangan Covid 19.

“Mari kita ikuti ketentuan dalam PSBB dan protokol pemerintah agar tidak terjadi lonjakkan kasus di Kota Depok,” ajaknya.

Data kasus Covid 19 hingga, Senin (23/5) yakni kasus konfirmasi positif sebanyak 514 atau bertambah 13 kasus dari hari sebelumnya, sembuh 118 orang dan meninggal dunia sebanyak 24 orang.

Sementara untuk OTG sebanyak 1.619 (+0), ODP 3.694 (+24) dan PDP 1.407 (+9)

Sebelumnya Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Imam Budi Hartono secara tegas mengatakan bahwa PSBB di Jawa Barat tidak efektif.

“Kebijakan PSBB tak efektif, setidaknya ada beberapa hal penyebabnya diantaranya masih banyak warga belum memahami ketentuan-ketentuan dalam aturan PSBB. Apa itu PSBB, maksud dan tujuan serta manfaat bagi warga. Sepertinya Pemerintah asik dengan program mengatasi dari dua sudut saja yaitu masalah kesehatan dan masalah sosial. Masyarakat pikirannya tidak fokus terhadap masalah PSBB, kebanyakan fokus permasalahan sosial ekonomi karena sudah tak berpenghasilan lagi alias sudah tak punya uang lagi,” ungkapnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here