PKS Depok Ajak Kader dan Masyarakat Ikuti Anjuran Ulama dan Pemerintah, Taati PSBB Sholat Ied di Rumah

110
Hafid Nasir

Margonda | jurnaldepok.id
Jajaran Pengurus Harian DPD PKS Kota Depok, mendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok Nomor 3 Tahun 2020 tanggal 15 Mei 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah Sholat Idul Fitri Dalam Situasi Wabah Covid-19 di Kota Depok, yang menetapkan Sholat Idul Fitri pada tahun 1441 H di wilayah Kota Depok diselenggarakan di rumah masing-masing, baik secara berjamaah bersama keluarga inti maupun secara sendiri-sendiri (munfarid).

Partai Keadilan Sejahtera Kota Depok juga mendukung Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok dan Kantor Kementrian Agama Kota Depok yaitu melarang shalat berjamaah di lapangan atau masjid pada Hari Raya Idul Fitri mendatang, termasuk kegiatan takbir keliling ditidakan sementara kegiatan takbir di masjid atau mushala dilaksanakan oleh petugas yang ditunjuk.

“Kami menginstruksikan kepada seluruh kader Partai Keadilan Sejahtera Kota Depok agar mentaati kebijakan Ulama dan Umara untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri di rumah masing-masing, tidak mudik ke kampung halaman, taati kebijakan PSBB agar kita secara bersama-sama dapat memutus mata rantai penyebaran virus Corona untuk kemaslahatan bersama,” ujar Hafid Nasir, Ketua DPD PKS Kota Depok, kemarin.

Pernyataan Hafid disampaikan berdasarkan informasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemerintah Kota Depok, penyebaran dan peningkatan kasus Covid-19 masih terus terjadi dan seluruh wilayah Depok sudah ditetapkan sebagai zona merah penularan Covid-19, artinya sudah tidak ada lagi zona kuning apalagi zona hijau di Depok.

“Data Pusat Informasi dan Koordinasi Kota Depok yang bisa diakses secara online, tren perkembangan infeksi Covid-19 per hari, tidak dapat diinterpretasikan bahwa kurva Covid-19 telah melandai meski tren pada bulan Mei tetap atau terjadi kenaikan, dan belum ada tanda-tanda akan terjadi klimaks dalam beberapa pekan ke depan,” papar Hafid setelah membaca update Covid-19 per tanggal 19 Mei 2020.

Ia menambahkan, tren perkembangan infeksi Covid-19 akan melandai jika penerapan kebijakan PSBB dilaksanakan secara ketat, physical distancing diterapkan, menghindari kerumunan massa, menggunakan masker, di rumah aja jika tidak ada hal penting untuk keluar dan semua itu dilakukan dengan penuh kesadaran

Hafid yang juga merupakan Anggota DPRD Depok F-PKS mengungkapkan, Pemerintah Kota Depok secara resmi mendapatkan persetujuan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Masa perpanjangan PSBB di Depok sesuai dengan masa inkubasi 14 hari, yaitu 13 sampai 26 Mei 2020. Artinya pada saat umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H yang diperkirakan akan jatuh pada tanggal 24 Mei 2020, maka Depok masih diberlakukan PSBB. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here