Insya Allah Covid-19 Pergi Setelah Idul Fitri

126
KH Syamsul Yakin

KH. DR. Syamsul Yakin, MA
Dosen Pasca Sarjana Fidik UIN Jakarta
Wakil Ketua Umum MUI Kota Depok

Kita meyakini kehadiran Idul Fitri tahun ini terjadi bukan semata berdasarkan rotasi, yakni perputaran bulan dan matahari. Tapi sungguh kita mohon kepada Allah SWT, Idul Fitri menjadi penanda perginya Covid-19 dari muka bumi. Badai yang meluluhlantakkan hampir semua sendi kehidupan kita, mudah-mudahan segera sirna.
Setelah diumumkan oleh pemerintah kita bahwa Covid-19 telah menulari dua warga Depok Jawa Barat pada 2 Maret 2020 silam, sontak kabar ini menjadi berita utama di media massa, baik cetak maupun elektronik. Tak ayal pemberitaan tersebut membuat kita semua panik. Karena jenis virus ini sangat berbahaya dan telah merenggut ribuan jiwa di Wuhan China.
Namun pemerintah dan masyarakat tidak tinggal diam. Pemerintah menyiapkan rumah sakit dan mengerahkan paramedis untuk bertindak cepat. Pemerintah menyeru masyarakat untuk tinggal di rumah, menjaga jarak diri dan sosial atau physical and social distancing. Sementara para ulama mengajak masyarakat untuk tetap tabah dan berdoa.
Kita bersyukur bulan Ramadhan datang tatkala Covid-19 semakin meluas penyebarannya yang ditandai dengan terus naiknya angka orang dalam pemantauan atau ODP dan pasien dalam pengawasan atau PDP. Bulan Ramadhan bagaikan oase di tengah gurun. Ketakutan kita terhadap Corona kalah hebat dibandingkan dengan kegembiraan kita menyambut datangnya bulan puasa.
Kita berprasangka baik bahwa bulan puasa adalah sebagai jalan keluar yang diberikan Allah SWT untuk menyelenyapkan Covid-19 dari muka bumi. Karena tujuan ibadah puasa sejatinya itu ada tiga. Pertama, “Agar kalian bertakwa” (QS. al-Baqarah/2: 183). Kedua, “Agar kalian bersyukur” (QS. al-Baqarah/2: 185). Ketiga, “Agar mereka memperoleh kebenaran”.
Mengenai tujuan puasa yang pertama, Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. al-Baqarah/2: 183). Sikap bertakwa inilah yang kita yakini mampu meredam paparan virus yang mulai menyerang Wuhan sejak 17 November 2019 silam.
Alasannya, karena ciri orang bertakwa itu minimal ada tiga. Pertama, orang bertakwa adalah orang yang, seperti firman Allah SWT, “Orang-orang yang beriman kepada yang ghaib” (QS. al-Baqarah/2: 3). Kedua, orang bertakwa adalah orang yang, seperti firman Allah SWT, “Orang-orang yang sabar” (QS. Ali Imran/3: 17).
Ketiga, orang bertakwa adalah orang yang, seperti firman Allah SWT, “Orang yang menahan marah dan memaafkan” (QS. Ali Imran/3: 134). Alhamdulillah dengan berpuasa kita telah menjadi orang yang beriman dengan yang ghaib, menjadi orang yang sabar, dan menjadi orang yang mampu menahan marah dan memaafkan.
Ketiga ciri orang bertakwa itu sudah kita praktikkan selama berpuasa sebulan penuh lamanya. Semoga itu semua turut membantu meredam meluasnya paparan Covid-19 di tengah upaya pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB dan himbauan ulama agar menjalani berbagai kegiatan ibadah di rumah.

Mengenai tujuan puasa yang kedua, Allah SWT berfirman, “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur” (QS. al-Baqarah/2: 185).

Untuk menghentikan paparan Covid-19 kita memerlukan orang-orang yang bersyukur. Orang yang bersyukur minimal memiliki tiga tanda. Pertama, mereka senantiasa berterima kasih kepada sesama manusia dengan berbagi, baik rezeki, ilmu, dan informasi, termasuk peluang usaha di era Corona.

Nabi SAW bersabda, “Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah” (HR. Turmudzi). Kedua, mereka senantiasa menyebut-nyebut nikmat dari Allah SWT, seperti firman-Nya, “Dan nikmat yang diberikan oleh Rabbmu, perbanyaklah menyebutnya” (QS. al-Dhuha/93: 11).

Dalam ayat di atas, yang dimaksud dengan perbanyaklah menyebutnya, menurut pengarang Tafsir Jalalain adalah mensyukurinya. Ketiga, orang-orang yang bersyukur tidak berambisi terhadap dunia atau qana’ah. Nabi SAW bersabda, “Jadilah orang yang qana’ah, maka kamu akan menjadi hamba yang paling bersyukur”(HR. Ibnu Majah).

Semoga ibadah puasa yang telah kita jalani benar-benar menjadikan kita orang-orang yang bersyukur. Apalagi sekarang dimana sebagian besar masyarakat terkena dampak buruk Corona seperti kehilangan pekerjaan yang mengakibatkan kekurangan pangan, kesehatan, dan pendidikan. Kehadiran orang-orang bersyukur sangat dibutuhkan saat ini.

Mengenai tujuan puasa yang ketiga, Allah SWT berfirman, “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran” (QS. al-Baqarah/2: 186).

Orang-orang yang memperoleh kebenaran itu minimal ada tiga. Pertama, taat kepada Allah SWT. Kedua, taat kepada Rasulullah SAW. Ketiga, taat kepada pemerintah atau ulil amri. Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (QS. al-Nisa/4: 59).

Untuk mengusir Corona dari bumi Indonesia yang mendera hampir tiga bulan lamanya kita membutuhkan orang-orang yang taat kepada Allah SWT, taat kepada Rasulullah SAW dan pemerintah. Ketiga ketaatan ini tidak bisa dipisahkan. Maka taat kepada pemerintah untuk tidak keluar rumah di hari raya adalah bukti bahwa kita taat kepada Allah SWT dan rasul-Nya.

Mudah-mudahan ciri-ciri orang yang bertakwa, bersyukur, dan orang yang memperoleh kebenaran ada pada diri kita. Meski kita bukan ulama, bukan pemerintah, dan bukan tenaga medis, namun kita terhitung berada di garda depan melawan Corona kalau kita mengamalkan ketiga tujuan puasa ini. Kita percaya, Insya Allah Covid-19 pergi dari dunia ini setelah Idul Fitri.

Terakhir, mari kita berdoa bersama, “Ya Allah yang memberi rasa aman kepada orang-orang yang takut, amankan kami dari yang kami takutkan. Ya Allah yang memberi rasa aman kepada orang-orang yang takut, selamatkan kami dari yang kami takutkan. Ya Allah yang memberi rasa aman kepada orang-orang yang takut, lepaskan kami dari yang kami takutkan”.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here