Gawat! Dinilai Tak Populer Relawan Pradi Tolak Afifah

706
Amirudin

Margonda | jurnaldepok.id
Kabar mengejutkan datang dari Ketua Tim Relawan Pradi Supriatna, Amirudin. Amir yang merupakan Ketua Tim Relawan Sohib Bang Pradi secara tegas menolak jika jagoannya dipasangkan oleh Hj Afifah Alia yang merupakan kader PDI Perjuangan pada Pilkada Depok Desember mendatang.

“Sosok Afifah ini kan belum dikenal, saya pun belum mengenal dia apalagi bertemu. Bang Pradi harus hati-hati dalam memilih siapapun pendampingnya. Saya rasa bukan hanya tim relawan, namun banyak di internal partai yang kurang sreg (dengan Afifah,red),” ujar Amir kepada Jurnal Depok, Selasa (19/5).

Ia menambahkan, wacana diduetkannya Pradi-Afifah hanya semata kemauan dari pihak partai sebelah (PDIP,red) yang menyodorkan nama Afifah.

Dijelaskannya, bahwa di internal Partai Gerindra dan tim relawan sesungguhnya belum utuh dan belum tentu menyepakati nama Afifah sebagai pendamping Pradi.

“Kami telah mengingatkan Bang Pradi, jika sudah respek akan berkoalisi dengan PDIP namun harus dievaluasi dan jangan lantas menerima salah satu kandidat yang disodorkan oleh PDIP,” paparnya.

Mantan Pemimpin Redaksi Harian Monitor Depok itu menilai, banyak hal yang harus dipertimbangkan dari sisi ketokohan termasuk pilkada yang membutuhkan biaya besar.

“Terkait visi dan misi yang ada di Afifah itu juga harus diketahui. Jika pihak Afifah ingin bersanding dengan Pradi, beliau semestinya harus agresif bukan hanya ke Pradi, namun harus sering berdiskusi dengan tim dari Bang Pradi, salah satunya relawan,” jelasnya.

Ditegaskannya, tim relawan merupakan penggerak kemenangan. Amir menyayangkan, hingga saat ini tim relawan sama sekali belum diajak bicara dengan Afifah, bahkan ia mengkaliam bahwa dirinya tidak kenal dengan Afifah.

“Harus diakui kemenangan Idris-Pradi pada pilkada 2015 lalu adalah kerja keras relawan, selain partai politik pengusung,” katanya.

Namun begitu, Amir tidak keberatan jika Gerindra berkoalisi dengan PDI Perjuangan, bahkan ia mengaku akan mendukung 100 persen.

“Koalisi dengan PDIP oke, memang harus dengan PDIP. Namun sosok Afifah nya yang kami tolak,” tegasnya.

Dari itu, Amir meminta kepada PDIP untuk memunculkan nama baru selain Afifah. Ia juga telah meminta kepada Pradi untuk melakukan bargening ulang kepada PDIP.

“Atau Bang Pradi mencari kandidat lain yang dinilai layak dari sisi ketokohan dan tentunya membuat nyaman Bang Pradi dari sisi psikologis. Karena bagaimana pun pilkada ini merupakan sebuah pertarungan, bukan hanya sekedar kontestasi begitu saja,” ungkapnya.

Sebelumnya, DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan telah memberikan tiket kepada Hj Afifah Alia untuk maju menjadi Wakil Wali Kota Depok di Pilkada Depok Desember mendatang.

“Sudah diputuskan di dalam rapat pleno minggu lalu. Langsung yang ketuk palu Ibu Megawati selaku Ketua Umum PDI Perjuangan,” ujar Hendrik Tangke Allo, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Jumat (8/5).

Dengan begitu, sambungnya, duet Hj Afifah Alia dan politisi Partai Gerindra, Pradi Supriatna akan terwujud dalam pilkada nanti.

“Dalam rapat pleno itu langsung diputuskan duet Pradi dan Afifah yang fix diusung oleh PDI Perjuangan. Jika jadwal pilkada belum bisa dilaksanakan karena situasi pandemi Covid 19, maka tentunya kami tetap menunggu keputusan pemerintah bersama dengan KPU terkait dengan jadwal tersebut,” paparnya.

Sementara itu, Pradi Supriatna yang nanti bakal diduetkan dengan Afifah, juga telah dipanggil oleh DPP Partai Gerindra dan DPP PDI Perjuangan. Dengan begitu, duet Pradi-Afifah tinggal selangkah lagi menuju pendaftaran ke KPU sebagi calon peserta di Pilkada Depok Desember mendatang. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here