Dua Pelanggar PSBB Dilaporkan ke Polisi Oleh Satpol PP

112
Kasatpol PP dan anggota saat memberi peringatan kepada pedagang

Margonda | jurnaldepok.id
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok telah melaporkan dua kasus ke ranah pidana sejak massa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlaku di Kota Depok.

Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratna Nurdiany mengatakan, dua kasus yang telah dilaporkan ke polisi tersebut yakni, tindakan pengrusakan stiker peringatan untuk tutup sementara.

“Itu sudah di LP-kan. Lokasinya di sebuah toko. Jadi toko itu kita pasang stiker untuk tutup sementara, tapi malah disobek dan dibuang oleh pihak pengelola,” ujarnya, kemarin

Laporan kedua yang juga mengarah pidana adalah terkait Undang-undang ITE.

“Ada di salah satu akun media sosial yang melakukan ujaran kebencian. Jadi laporan yang telah kami layangkan ada dua ya, satu pengerusakan kedua ujaran kebencian dan pencemaran nama baik,” paparnya.

Adapun ujaran kebencian tersebut, si pemilik akun menuliskan bahwa Satpol PP adalah kumpulan orang yang kurang kerjaan.

“Terus si pemilik akun ini ngajak yang lain untuk melawan Pol PP. Bisa dikatakan dia memprovokatori. Ini bahaya, karena dapat menimbulkan kegaduhan,”katanya.

Terkait hal itu, Lienda berharap agar semua pihak bisa saling menghargai.

“Karena kami dalam penugasan. Jangan sampai peringatan kita dirusak. Sekarang kasusnya sudah di kepolisian,” jelasnya.

Adapun ancaman untuk pelaku pengrusakan stiker peringatan atau segel SatpolPP, diancam dengan Pasal 323 KUHP tentang pengerusakan pemberitahuan dan penyegelan.

“Ancamannya hukumannya penjara 3,5 tahun dan denda Rp 500 juta. Sedangkan ujaran kebencian dijerat dengan Undang-undang ITE. Dua kasus tersebut saat ini ditangani Polres Metro Depok,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here