Modus Melanggar PSBB, Polisi Gadungan Bawa Kabur Siswa SMP

150
Kapolres Metro Depok saat mengintrogasi pelaku polisi gadungan

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Az dan N Dua siswa salah satu SMP di Sukmajaya dibawa kabur oleh seorang pemuda yang mengaku sebagai anggota polisi namun gadungan. Tidak hanya itu, pelaku juga membawa kabur telepon genggam milik dua siswa tersebut.

Kerabat korban, Wahyu kepada wartawan mengatakan, kejadian ini berawal saat kedua korban siswa SMP di Depok tengah berada di Taman Merdeka, Kecamatan Sukmajaya.

“Saat itu pelaku Ijal datang menghampiri kedua korban dan menegur karena masih berkumpul di luar rumah selama PSBB. Karena dianggap melanggar ketentuan PSBB, Ijal yang mengaku sebagai anggota Polisi pun menahan kedua anak ini,” ujarnya, kemarin.

Dia pun membawa kedua anak tersebut menggunakan sepeda motor.

“Ya sudah sini saya bawa dulu, saya tangkap gitu. Dia ini modusnya PSBB. Namun ketika di atas motor, korban bernama A sempat menelpon keluarganya. Seketika telepon genggam itu langsung diambil pelaku. Nah si korban sempat nelpon orang tuanya, ia bilang kalau dia disekep sama polisi, nah ngaku ditangkep,” kata Wahyu.

Setelah berjalan cukup jauh, motor yang dikendarai Ijal pun akhirnya berbelok ke komplek Polri di kawasan Ciputat.

Salah satu korban AZ menuturkan, peristiwa itu bermula ketika dirinya bersama sejumlah kawan pulang dari sekolah usai mengumpulkan raport. Mereka berjalan di Jalan Merdeka, Kecamatan Sukmajaya.

“Pas pulang depan sekolah memang banyak orang yang ngumpul, nungguin jemputan. Saya sama temen saya berempat mutusin naik angkot,” katanya.

Saat sedang nunggu angkot, Az melihat ada seorang pemuda dengan gelagat mencurigakan. Karena khawatir, ia kemudian menyarankan teman-temannya untuk pulang secara berpencar.

Az memilih pulang bersama N karena mereka satu jalur.

“Ternyata malah diikuti sama pelakunya ini. Pelaku sempat muter-muter lihatin kita. Pas saya pantau emang sudah nandain teman saya yang cewek, kayanya sudah nargetin,” katanya.

Pada korban, pelaku mengaku sebagai anggota polisi yang sedang melakukan patroli PSBB.

“Dia bilang ini pelanggaran PSBB, adik mau jadi saksi. Saya mikir-mikir, terus saya bilang boleh. Akhirnya saya naik motor bonceng sama dia bertiga,”katanya.

Korban percaya, karena meski tak mengenakan seragam polisi, namun pelaku membawa atribut petugas, seperti rompi, HT dan stiker kepolisian.

“Karena saya enggak tahu, dia bilang cuma ada di Ciputat saya percaya aja. Awalnya dia bilang mau dibawa ke rumah dulu. Pas sudah arah rumah dia malah lanjut lurus, enggak dianter pulang. Itu yang bikin saya curiga,” jelasnya.

Merasa ada yang janggal, Az kemudian berinisiatif untuk menelpon ibunya.

“Akhirnya saya inisiatif nelpon ibu saya. Saya bilang saya ditangkep. Kemudian telepon saya serahin ke yang bawa motornya (pelaku) dia yang ngomong ke ibu,” ujarnya.

Beberapa jam kemudian, ibu korban menelpon dan menanyakan kondisi.

“Ibu saya pas tahu saya mau dibawa ke Jakpus dia nangis, ngomong ke polisinya. Nah pelakunya debat lah sama ibu, saya gatau ngomong apa,” ungkapnya.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah membenarkan adanya kejadian itu. Ia menuturkan, dari keterangan yang didapat, kedua korban sempat dibawa oleh pelaku sampai ke wilayah Kebayoran, Jakarta Selatan dengan bonceng tiga menggunakan satu motor.

“Kasus ini terungkap ketika pelaku dan korban dihentikan di pos check point Kebayoran. Lalu, petugas memeriksa mereka. Kecurigaan pun muncul terhadap pelaku. Di situ petugas kepolisian curiga, mau kemana ternyata identitas sepeda motor juga tidak sesuai dengan apa yang disampaikan pengendara, dan ditemukan telepon genggam,” jelas Azis.

Kecurigaan petugas semakin menjadi lantaran ditemukan sejumlah atribut kepolisian dari tangan pelaku. Tak ingin kecolongan, petugas dari Kebayoran kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya mereka dibawa ke Polres Depok, karena lokasi awal kejadian di kota tersebut.

“Sampai di sini ternyata diketahui orang yang mengaku anggota polisi itu gadungan tidak betul. Mengambil beberapa properti dari korban yang masih anak-anak dengan dalih bujuk rayu dan sebagainya,”katanya.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, saat ini pelaku dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

“Saat ini kita sedang perdalam motifnya, jalan ceritanya seperti apa. Kita dalami dulu nanti akan kita lakukan gelar perkara awal untuk tindak lanjut perkara ini,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here