Jelang Idul Fitri, Novi Ingatkan Agar PSBB Terus Ditingkatkan

53
Novi Anggriani

Margonda | jurnaldepok.id
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) periode kedua di Kota Depok akan selesai pada Selasa, 26 Mei 2020 mendatang atau H plus satu usai Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

Perlu mendapat perhatian khusus adalah warga Depok yang menjadi korban atau terpapar virus Corona atau Covid-19 jumlahnya terus bertambah, bahkan 11 kecamatan di Kota Depok sudah masuk ke dalam zona merah penyebaran Covid-19 ini.

Tokoh Perempuan dan Anak di Kota Depok, Novi Anggriani Munadi yang akrab disapa Novi mengingatkan agar warga Depok tetap disiplin selama PSBB ini.

“Jangan sampai pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H membuat warga Depok mengabaikan peraturan PSBB. Disiplin dan disiplin PSBB untuk warga Depok. Tidak hanya pada menjelang hari lebaran tapi juga pada hari lebaran pertama dan kedua serta beberapa hari setelah lebaran, ini mengingat jumlah korban terpapar virus Corna di Depok masih tinggi di Provinsi Jawa Barat,” ujar Novi, Senin (18/5).

Novi yang juga Ketua Umum Komunitas NADI Center ini melancarkan kritik kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Menurut Novi pengelolaan dan penyampaian data perkembangan kasus Covid-19 belum maksimal.

“Semestinya Pemkot Depok, Pak Idris dapat menganalisis data dinamika kasus virus Corona yang dipegang. Misal, kebanyakan korban dari umuran berapa, penularan banyak terjadi di mana dan pencegahannya seperti apa serta penanganannya, bagaimana. Tidak hanya data jumlah korbannya saja yang diberitahu seperti sekarang,” kata Novi.

Dari data ini menurut Novi dapat membantu Pemkot Depok, warga dan swasta untuk lebih peduli terhadap penyebaran Covid-19 dan lebih sigap dalam penanganan korbannya. Kalau sekarang kata Novi, data kuantitas korban yang dimiliki Pemkot Depok tidak berbunyi untuk menghadapi persiapan lebaran, hari lebaran dan paska lebaran.

“Kalau info yang saya dapat dari media, sejauh ini kan Wali Kota Depok hanya baru memberitahukan bahwa Shalat Ied di rumah saja dengan keluarga inti. Sedangkan silaturrahimnya belum ditekankan, hingga paska lebarannya atau saat masa PSBB habis, belum diberitahukan bagaimana kelanjutannya,” ketus Novi.

Novi mengingatkan tradisi silaturrahim pada saat Lebaran dan rasa bosan yang akut setelah sekian lama menjalani PSBB serta keharusan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan primer dari warga Depok harus diperhatikan oleh Pemkot Depok.

“Selain segera buat dan tetapkan peraturan kelanjutannya, juga Pemkot Depok mesti gencarkan kembali tentang bantuan sosial untuk warga terdampak Corona serta penting dan strategis dari PSBB termasuk sanksi bagi yang tidak mau menaatinya,” terang Novi.

Terakhir Novi nerharap semoga warga Depok pun dapat tetap dan terus disiplin dengan PSBB ini serta terus bergotong – royong saling membantu untuk mengatasi wabah Corona yang menimbulkan kerugian materi dan non materi ini. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here