Miris, Siswa SD Sudah Berani Terlibat Aksi Tawuran

113
Kapolres Metro Depok saat menunjukkan barang bukti yang digunakan tawuran

Sukmajaya | jurnaldepok.id
GAS(11), seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar di Cimanggis diamankan aparat Kepolisian karena terlibat tawuran yang menewaskan satu korban jiwa di Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sukmajaya.

Kapolrestro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan, seorang anak kelas IV sekolah dasar (SD) di Depok diamankan karena terlibat tawuran di Jalan Janger 1 RT.04/12, Mekarjaya, Sukmajaya dinihari.

“Dia adalah GAS (11) yang diamankan bersama 10 rekannya yang sudah duduk di bangku SMP dan SMA/SMK. Dia diamankan bersama rekannya yaitu RD, (17), IM (14), RJ (15), KD (15), GS (19), PR (15), FM (15), ADR (13), II (15) dan GDAF (16),” ujarnya, kemarin.

Peristiwa itu bermula ketika sekelompok anak bawah umur hendak membangunkan sahur dengan berkeliling kampung menggunakan motor. Lalu mereka mencari kelompok lain yang sebelumnya telah menyerang kelompok Gang Melati ini.

“Ketika tiba di lokasi, kelompok Gang Mawar langsung menyerang kelompok Gang Janger. Peristiwa ini terjadi, Selasa (12/5) pukul 03.30 WIB. Mereka ini mulanya ingin membangunkan sahur, lalu berkeliling menggunakan motor dan membawa senjata tajam,” paparnya.

Kemudian di jalan, sambungnya, ada kelompok anak muda yang lain yang juga akan membangunkan sahur, kemudian terjadi sedikit perselisihan langsung membacok korban.

Akibat tawuran ini, satu korban terluka di tangan. Korban adalah ZMA (15) mengalami luka putus dua urat syaraf tangannya sehingga dilarikan ke rumah sakit dan dijahit 10 jahitan.

“Anggota kami yang mendapat laporan ini pun kemudian melakukan pendalaman dan mendapatkan sejumlah pelaku,”katanya.

Ada 11 orang yang amankan rata-rata masih dibawah umur dan bersekolah di bangku SMP dan SMA. Dari penuturan pelaku, mereka memiliki beberapa peranan.

“RD melakukan pembacokan, IM menyediakan celurit dan RJ membuat janji tawuran melalui sosial media. Atas perbuatan tersebut, para pelaku dibawa ke polsek. Bagi pelaku RD (17), IM, (14) dan RJ (15) dijerat Pasal 351 KUHP,” jelasnya.

Pihaknya akan berkordinasi dengan Bapas karena masih dibawah umur.

“Untuk pelaku lainnya masih diperiksa penyidik jika terbukti ikut menyerang akan dikenakan sanksi sesuai aturan berlaku, jika tidak hanya dibina memanggil kedua orang tua membuat surat pernyataan,” tegasnya.

Kepada penyidik, pelaku IM mengaku membeli celurit untuk berjaga-jaga. Dia membeli seharga Rp 100 ribu dengan system COD.

“Saya jual jaket buat beli celurit, buat jaga-jaga aja karena temen saya sebelumnyna dipukuli kelompok itu,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here