Heboh…Warga Cinangka Dapat Ikan Patin 35 Kg di Situ Bojongsari

4511

Sawangan | jurnaldepok.id
Laporan: Rahmat Tarmuji
Aktifitas pencarian ikan di situ Sawangan dan Bojongsari kian hari kian ramai dilakukan masyarakat. Mereka datang dari berbagai wilayah di Depok, Tangsel maupun Kabupaten Bogor.

Namun, rizki tak terduga didapatkan Nubih Pribady (42), warga RT 03/06 Kampung Kebon, Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan itu mendapatkan ikan patin seberat 35 kilo gram di situ yang berjuluk Tujuh Muara tersebut.

“Alhamdulillah, saya dan teman saya Pak Obeh berhasil mendapatkan Ikan Patin seberat 35 kilo gram. Ikan kami dapat dengan cara menjala di pinggir situ tepatnya di pelayangan depan pintu air,” ujar Nubih kepada Jurnal Depok, kemarin.

Nubih dan rekannya harus berjibaku untuk mendapatkan jenis ikan air tawar tersebut. Ia bersama Obeh bahu membahu mengangkat ikan raksaksa itu dari dasar situ.

“Iya ada perlawanan dari ikan, sampai-sampai jala kami rusak berat. Bersyukur ikan dapat kami angkat dari dasar situ,” paparnya.

Ikan berjenis kelamin betina itu saat ditangkap dalam kondisi hamil. Tak heran, perutnya begitu besar dan nampak hendak bertelur.

Dirinya mengungkapkan, Ikan Patin yang ia dapat kali ini merupakan yang terbesar dari yang pernah ia dan rekannya dapatkan sebelumnya.

“Kami jala pukul 01.30 WIB, butuh waktu lama untuk mengangkat ikan itu karena melakukan perlawanan. Kami tak mengira ikan yang kami dapatkan kali ini begitu besar,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, saat ini ikan tersebut telah diolah dan dibagikan kepada tetangga dekat rumah mereka.

Sebelumnya pada akhir 2017 silam Munadi Sam, warga RT 06/04 Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, berhasil menarik Ikan Patin seberat 60 Kg dari perairan Situ Sawangan.

Hal itu bermula ketika dirinya melakukan hoby memancingnya di Situ Sawangan. Dirinya tak menyangka bisa mendapatkan ikan berukuran stengah kuwintal lebih dari situ yang juga terkenal angker tersebut.

“Saat memakan umpan, ikan itu menariknya luar biasa. Saya sampai naik ke getek karena kalau dari daratan susah diangkatnya. Ketika naik getek pun sensasinya luar biasa, saya bagaikan naik banana boots di pantai karena tarikan ikan sangat kencang sekali,” ujar Sam kepada Jurnal Depok, Jumat (8/9/2017).
Ia menambahkan, butuh waktu dan perjuangan agar ikan bisa naik ke daratan, dikarenakan ikan mengeluarkan tenaga yang luar biasa. Setelah berusaha sekitar 1,5 jam, akhirnya tenaga ikan mulai berkurang dan Ikan Patin yang berusia diperkirakan lebih dari 20 tahun itu berhasil diangkat kedaratan.

“Saat itu ikan terus melawan, sampai-sampai saya dibawa hingga ke ujung situ. Kesulitannya ikan selalu naik turun dan itu membuat saya kewalahan. Sekira 1,5 jam, ikan akhirnya menyerah dan langsung saya naikkan ke atas getek,” paparnya didampingi rekannya, Sahrul Kubil. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here