Wajib Bawa Surat Tugas, Penumpang KRL Disisir Anggota Dishub

1098
Petugas Dishub saat menyisir penumpang KRL

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Petugas gabungan melakukan pemeriksaan surat dari perusahaan tempat bekerja penumpang commuterline di Stasiun Depok Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Senin (11/5).

Kasubag TU Terminal Depok, Reynold John mengatakan, Pemerintah Kota Depok mewajibkan warga Depok yang bekerja ke Jakarta untuk membawa surat dari perusahaan tempat bekerja.

“Hal itu ditetapkan dalam Surat Edaran Wali Kota Depok 443/224-Huk/GT tentang Kelengkapan Surat Tugas Bagi Pegawai Yang Bekerja Pada Perusahaan/Kantor Yang Dikecualikan dari Penghentian Aktivitas Bekerja Dalam Masa PSBB,” ujarnya, kemarin.

Pemkot Depok, kata dia, mengeluarkan kebijakan baru bagi pekerja di kantor/perusahaan yang dikecualikan dari penghentian aktivitas selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Para pekerja wajib mengantongi surat dari perusahaan tempatnya bekerja.

Dalam edaran tersebut Wali Kota Depok, Mohammad Idris meminta perusahaan/kantor yang dikecualikan dari penghentian aktivitas sementara membekali karyawannya dengan surat pernyataan.

“Memberikan surat tugas bagi pegawainya yang masih aktif bekerja di kantor sebagai kelengkapan dalam perjalanan menuju tempat kerja. Petugas memeriksa surat para pekerja yang hendak menuju Jakarta,” paparnya.

Ia menjelaskan, saat diperiksa hampir seluruh pekerja sudah melengkapi surat dari perusahaan.

“Sebagian besar yang kami periksa sudah memiliki, baik secara fisik fotokopi maupun yang dikirim lewat email, WA, atau yang discreenshot,” katanya.

Namun begitu, diakuinya memang belum semua pekerja mengetahui aturan tersebut. Pasalnya, kata dia, masih ditemukan juga segelintir pekerja yang tidak membawa surat keterangan.

“Untuk dua hari ini kami sosialisasi juga. Ada sebagian masyarakat yang sudah mengetahui dan ada juga yang belum mengetahui,” ucapnya.

Kendati demikian, pihaknya belum menjatuhkan sanksi pada pekerja yang tidak membawa surat keterangan dari perusahaan.

Dia mengimbau pada warga yang tidak ada keperluan untuk tetap di rumah saja. Pihaknya juga tidak segan untuk meminta warga yang tanpa kepentingan untuk kembali ke rumah.

Hal itu untuk mendukung program pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus.

“Untuk saat ini jika melihat tidak penting sekali, maka kami pulangkan. Tapi kalau yang belum memiliki surat dan masih harus bekerja, kami mintakan sekaligus kami berikan surat edaran walikota untuk pimpinan perusahaannya,” tambahnya.

Sampai saat ini kata Reynold, terjadi penurunan jumlah penumpang KRL di Stasiun Depok.
Hal itu dikarenakan adanya kebijakan pembatasan jumlah penumpang dalam gerbong KRL.

“Sampai saat ini yang kami pantau menyusut jauh. Karena satu gerbong commuterline itu sudah dikurangi. Jadi dari kapasitas 240 jadi 60 per gerbongnya,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here