Ratusan Pedagang di Pasar Agung Jalani Rapid Test

73
Salah seorang pedagang saat menjalani kegiatan rapid test

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Ratusan pedagang yang berjualan di Pasar Agung, Kecamatan Sukmajaya, disisir untuk dilakukan rapid tes.

Kepala UPT Pasar Agung, Biher Purba mengatakan, para pedagang diimbau untuk menjalani rapid test ini sehingga diketahui hasilnya. Dengan demikian jika ada yang reaktif akan ditindaklanjuti oleh dinas terkait.

“Yang ikut test ini pedagang dan pengunjung, begitu juga kami petugas kebersihan yang notabene bersama teman-teman ada di pasar. Kami juga ikutan, karena kami rutin di pasar,” ujarnya, Senin (11/5).

Ia mengatakan, pihaknya telah menerapkan standar untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19, misalnya dengan penerapan PHBS dan penggunaan masker.

“Yang sudah kami lakukan selama ini yakni dengan protokol kesehatan seperti PHBS di tempat-tempat yang sudah kami siapkan, mengatur jarak, kemudian pakai hand sanitizer juga,” ucapnya.

Dia berharap, untuk mereka yang tidak kebagian rapid test dapat di-rapid test di kesempatan berikutnya.

“Tapi dari pihak Dinkes-kan muter juga, tidak hanya fokus di Pasar Agung, jadi ada pemerataan. Kami bisa lihat antusiasme pengunjung dan pedagang. Karena kalau pagi mereka sibuk,”katanya.

Biher berjanji segera berkoordinasi dengan Puskesmas Sukmajaya agar dapat dilakukan rapid test susulan. Namun dia juga memahami jika memang belum ada rencana rapid test susulan karena keterbatasan alatnya.

Penanggung Jawab Survaillance Dinkes Kota Depok, Adi Rusmiadi menuturkan, untuk rapid test di Pasar Agung, aparatnya menyiapkan sebanyak 120 alat rapid test.

“Di sini petugas menyisir seluruh pedagang yang berjualan di pasar. Selain pedagang, sasaran lain adalah pembeli yang sering berbelanja di pasar ini. Total sasarannya 100 orang untuk pengunjung dan pedagang,” tandasnya.

Rapid test massal di tempat umum untuk kali pertama dilakukan di Pasar Agung dan selanjutnya bakal dilakukan di tempat lain. Hasil pemeriksaan akan diketahui sekira 20 menit dan tidak akan diumumkan secara terbuka untuk menghindari kerumunan.

“Melainkan dilaporkan kepada Kepala Puskesmas dan Kepala UPT Pasar Agung. Hasilnya 20 menit setelah pemeriksaan. Hasilnya nanti kami sampaikan ke Kepala Puskesmas dan Kepala UPT, jadi tidak ada berkerumun di sini,” tukasnya.

Untuk tahap awal rapid test baru dilaksanakan di Pasar Agung. Selanjutnya akan dilaksanakan bergantian di pasar lainnya.

“Ini yang pertama kali digelar di tempat umum. Nanti akan bergantian di lokasi lain,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here