Jadi Begal, Empat Remaja Putus Sekolah Diciduk Polisi

94
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Empat remaja putus sekolah di wilayah Jakarta Selatan diamankan Tim Buru Sergap (Buser) Polsek Pancoran Mas karena terlibat perampasan atau begal menggunakan senjata tajam.

Kasubag Humas Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Polisi Elly Pandiansari mengungkapkan, para pelaku yang berhasil dibekuk berjumlah empat orang. Mereka masing-masing bernisial MRA (17), BM (17), ZAI (17) dan GSS (17).

Ke empat remaja putus sekolah itu dibekuk di wilayah Jakarta Selatan.

“Mereka dibekuk di tempat persembunyiannya di kawasan Jalan Jagakarsa, Jakarta Selatan oleh anggota kami. MRA CS diburu polisi usai melakukan aksi pencurian dengan kekerasan di Jalan Raya Cipayung, depan Masjid Nurul Yaqin. Jadi mereka ini beraksi empat orang saling berboncengan,” ujarnya, kemarin.

Mereka ini, lanjutnya, mengancam korban menggunakan celurit untuk menyerahkan motornya sampai terjatuh dan langsung mengambil sepeda motor korban.

Selain mengamankan para pelaku, polisi juga mendapati barang bukti kejahatan di antaranya, tiga unit motor, tiga unit HP dan dua bilah senjata tajam jenis celurit.

“Kasusnya dalam penyelidikan lebih lanjut Polsek Pancoran Mas,” jelasnya.

Di lokasi lain, dua Anak Baru Gede diamankan Tim Jaguar Polresta Depok karena kedapatan membawa senjata tajam yang diduga akan melakukan tawuran di Cimanggis, Senin (11/5) pagi.

Dari dua pelaku tawuran yang diamankan anggota Jaguar dipimpin Iptu Winam Agus, didapatkan dua bilah senjata tajam jenis celurit.

“Kedua pelaku bersama dua celurit kami amankan dan diserahkan langsung ke petugas piket Polsek Cimanggis untuk diproses lebih lanjut,” katanya.

Berdasarkan keterangan pelaku, kelompoknya yakni Geng Pondok Cibubur sedang menunggu lawannya dari kelompok berbeda untuk tawuran di lokasi.

“Mereka ini sudah janjian akan tawuran dengan kelompok lain melalui pesan media sosial. Akan tetapi keburu diantisipasi oleh anggota kami berkat laporan masyarakat, yang langsung ke lokasi dan mengamankan para pelaku,” tukasnya.

Sementara itu Iptu Winam tetap berupaya maksimal demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Selama bulan puasa hingga lebaran rentan rawan kriminalitas kejahatan street crime, tawuran, dan Rumsong. Untuk itu kami upayakan patroli maksimal selama 24 jam dengan sistem penerapan tiga tim. Setiap hari patroli ke tempat rawan kejahatan khususnya dini hari menjelang subuh,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here