Siap-siap, PSBB Depok Bakal Diperpanjang Dua Minggu ke Depan

3293
Aparat gabungan saat menjaga perbatasan di wilayah Depok-Jakarta

Margonda | jurnaldepok.id
Wali Kota Depok, Mohammad Idris telah melayangkan surat kepada Gubernur Jawa Barat untuk memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Depok.

“Megingat masih terjadinya penambahan kasus setiap harinya yang disebabkan oleh import case dan transmisi lokal, serta masih tingginya pergerakan orang, maka Wali Kota Depok, Forkopimda, dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, telah melakukan rapat evaluasi PSBB II dan telah menyepakati untuk perpanjangan PSBB II,” ujar Idris melalui Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Depok, Dadang Wihana, Senin (11/5).

Sore ini, sambungnya, telah dilayangkan Surat Wali Kota Depok yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat dengan Nomor 443/233/Huk/GT tertanggal 11 Mei 2020 tentang pengajuan permohonan perpanjangan penetapan PSBB di wilayah Kota Depok.

“Pengajuan itu untuk satu kali masa inkubasi (14 hari) mulai tanggal 13 Mei 2020 sampai dengan 26 Mei 2020,” paparnya.

Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Imam Budi Hartono secara tegas mengatakan bahwa PSBB Jawa Barat tidak efektif.

“Kebijakan PSBB tak efektif, setidaknya ada beberapa hal penyebabnya diantaranya masih banyak warga belum memahami ketentuan-ketentuan dalam aturan PSBB. Apa itu PSBB, maksud dan tujuan serta manfaat bagi warga. Sepertinya Pemerintah asik dengan program mengatasi dari dua sudut saja yaitu masalah kesehatan dan masalah sosial. Masyarakat pikirannya tidak fokus terhadap masalah PSBB, kebanyakan fokus permasalahan sosial ekonomi karena sudah tak berpenghasilan lagi alias sudah tak punya uang lagi,” ungkapnya.

Selain itu, sambungnya, belum mampunya pemerintah memenuhi kebutuhan dasar bagi masyarakat. Bansos baik dari pusat maupun dari provinsi terbentur oleh masalah data maupun masalah keuangan pusat dan propinsi.

“Wabah Covid-19 ini memperlihatkan data penduduk yang carut marut. Persoalan seakan tak habisnya dikelola secara baik. Mulai dari data pemilih dalam pemilu, sampai kini ketidak beresan terjadi. Warga yang ingin mendapat bantuan sangat banyak tapi kenapa yang dapat orang yang sudah wafat bahkan tak ditemukan alamat penerima bantuan,” jelasnya.

Politisi PKS itu mengatakan, penantian panjang warga, para RT/RW dan Kepala Desa atas data warga yang telah disetorkan ke Walikota atau Gubernur tak kunjung datang. Ada datang hanya terlalu sedikit tiga KK dalam 1 RW atau RT. Sehingga membuat beberapa Kades menolak karena khawatir rusuh jika dibagikan karena lebih banyak yang tidak dapat padahal kriterianya masuk dalam kategori penerima bansos.

“Apakah pusat atau prvpinsi punya uang? Atau hanya permasalahan data yang tak terferivikasi?. Jika kita telusuri lebih jauh ternyata ada faktor keuangan daerah yang tak siap. Betapa wabah Covid-19 ini akan banyak menurunkan pendapatan daerah. Pada bulan lalu saja Jawa Barat bisa dibilang hampir Rp 9 Triliun lebih PAD akan hilang. Bisa jadi apa yang direncanakan tak akan bisa dilaksanakan walaupun kebijakan memotong anggaran proyek-proyek fisik dialihkan untuk Covid-19 ternyata masih belum bisa menutupi untuk bansos masyarakat,” jelasnya.

Masalah lainnya, kata dia, tidak serentaknya waktu pelaksanaan PSBB di Jawa Barat. Bodebek melaksanakan pertengahan April lalu. Bandung Raya akhir April lalu. Sekarang dilaksanakan seluruh Jawa Barat.

“Masyarakat semakin lelah dengan semakin tak jelas nya waktu PSBB. Faktor kepemimpinan yang tak tegas membuat peraturan yang berujung ketidak berhasilan sebuah program. Kita satu bangsa, kita satu negara minimal satu provinsi, mengapa harus bergantian PSBB nya sementara mobilitas penduduk sangat tinggi untuk bepergian se wilayah Jawa Barat dan Jakarta,” tukasnya.

Sementara itu, data kasus Covid 19 di Kota Depok hingga Senin (11/5) sore, kasus terkonfirmasi 360, sembuh 65 dan meninggal 21 orang. Sedangkan yang berstatus OTG 1.402, ODP 3.496 dan PDP 1.351. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here