Provokator Tawuran Yang Menyebabkan Nayawa Seorang Melayang Diburu Polisi

86
Kapolres Metro Depok saat menunjukkan barang bukti yang digunakan pelaku

Margonda | jurnaldepok.id
Aparat Kepolisian Polresta Depok melakukan pengejaran terhadap satu remaja yang menjadi provokator tawuran di Sukmajaya hingga menewaskan satu korban.

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Azis Andriansyah kepada wartawan mengatakan, pihaknya sudah menangkap dua pelaku yakni RS dan AF.

“Mereka janjian tawuran melalui sosmed dengan tujuan saling unjuk kekuatan. RS dan AF diketahui sudah sering terlibat tawuran di sejumlah wilayah. Misalnya di Jalan Juanda, Sukmajaya dan Pancoran Mas,” ujarnya, kemarin.

Namun, kata dia, kedua pelaku tak pernah kapok dan masih mengulangi perbuatannya. Sebelum tawuran, mereka kerap kumpul di sebuah warung di Gang Masjid. Disana biasanya ada sekitar 10 orang.

“Lalu mereka akan bergerak jika ada lawan yang menantang. Motifnya kenakalan remaja, gengsi jago-jagoan. Tawuran dipicu dari seorang provokator bernama Aldo yang kini masih buron,” katanya.

Dalam isi percakapan pelaku dan Aldo terungkap bahwa Aldo mengajak Riski dan Alif untuk tawuran tanpa membawa identitas wilayah.

“Ada isi pesan yang memancing pelaku, akhirnya mau terlibat tawuran. Jumlah yang terlibat masing-masing dari kedua pihak itu enam sampai delapan orang. Para pelaku pun secara sadar dan mau ikut dalam tawuran tersebut,” jelasnya.

Bahkan, sambungnya, mereka kerap tawuran ke wilayah lain.

“Mereka pun tahu ketika diajak untuk tawuran. Beberapa dari mereka ini sering tawuran juga. Jadi data mereka itu ada dan tercatat di beberapa polsek terkait kasus tawuran,”katanya.

RS dan Af tergabung dalam sebuah geng bernama Bujang Lapuk. Beberapa diantara anggota geng masih berusia sekolah.

“Mereka punya geng namanya Bujang Lapuk. Kumpulnya di warung di Gang Masjid. Saat ini kedua pelaku masih mendekam di sel bersama barang bukti berupa celurit. Mereka dikenakan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan,” terangnya.

Riski salah satu pelaku mengaku tidak tahu apa yang membuat dia mau ikut tawuran.

“Ya ngikut aja sama yang lain. Nggak tahu kenapa,” katanya.

Dia mengakui pernah beberapa kali terlibat tawuran. Ketika tawuran pun kerap membawa senjata tajam.

“Iya pernah juga di Juanda,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here