Uang Yang Gagal Dibawa Bandit Jalanan, Ternyata untuk Operasional Pondok Pesantren

309

Bojongsari | jurnaldepok.id
Uang puluhan juta yang gagal dibawa komplotan bandit modus pecah kaca, ternyata untuk kepentingan operasional pondok pesantren yang berada di Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari.

Kejadian di Pertigaan Bojongsari, di  depan restoran cepat saji McD, Selasa (5/5) siang, ternyata korban kehilangan Rp 2,8 juta karena uang berhamburan dari tas miliknya.

Korban Ida Rosida, kepada wartawan mengatakan, uang Rp 80 juta itu nantinya akan digunakan untuk kepentingan pesantren dari pemilik yayasan Pesantren Ulumul Qur’an Bojongsari.

Sebelum kejadian, Ida mengambil uang tersebut dari salah satu bank KCP Bojongsari, Depok.

“Uang yang hilang tersebut sebesar Rp 2,8 juta tercecer dijalan dan pengendara motor yang melintas mengambil uang berhamburan di jalan tersebut,” ujarnya, kemarin.

Kapolsek Sawamgan Kompol Suprasetyo  mengungkapkan, uang yang berhasil diselamatkan oleh korban Rp 77,2 juta,  dan rencana uang tersebut akan dipergunakan untuk kebutuhan keperluan pesantren.

“Setelah kejadian itu Ibu Ida Rosida langsung syok.  Setelah dimintai keterangan sekaligus membuat laporan di Polsek Sawangan langsung pulang,” katanya.

Sementara itu tentang hasil keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, pelaku berhasil kabur setelah seorang rekannya menunggu di atas motor mengeluarkan benda mirip pistol diarahkan ke warga yang sudah menangkap temannya saat kejadian.

Pelaku yang mengambil tas hitam berisi uang milik korban berhasil disekap warga setelah sebelumnya dilawan saksi sopir korban.

Namun, karena pelaku lainnya mengeluarkan senjata diduga jenis air soft gun ke arah warga, langsung dilepaskan.

Dalam kasus ini Suprasetyo telah melakukan pemeriksaan rekaman kamera cctv di sekitar lokasi kejadian, diketahui pelaku berjumlah empat orang masing-masing berboncengan menggunakan Suzuki 150 Fulse hitam dan Yamaha V-Xion.

“Kepada masyarakat kita menghimbau untuk menggunakan pengawalan anggota jika ingin mengambil uang dalam jumlah besar di bank, hal ini bertujuan masyarakat dapat terlindungi dan aman dari peristiwa kejahatan,” pungkasnya. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here