Tawuran Sarung, Lima ABG Diciduk Tim Jaguar

248
Tim Jaguar Polresta Depok saat mengamankan lima ABG yang terbukti tawuran

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Tim Jaguar Polresta Depok mengamankan lima orang Anak Baru Gede (ABG) yang terlibat tawuran sarung di Jalan Kawi, Kelurahan Abadi Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Selasa (5/5) pagi. Salah satu remaja berbadan gemul menangis saat hendak dibawa petugas.

Katim Jaguar Polrestro Depok, Iptu Winam Agus mengatakan, saat anggotanya sedang siaga di Pospol Abadi Jaya, Kecamatan Sukmajaya, sekitar pukul 05:30 WIB, terdengar suara ledakan petasan. Oleh anggotanya kemudian dihampiri.

“Ternyata sedang ada tawuran sarung antar kelompok remaja. Reaksi cepat anggota kami langsung ke lokasi Jalan Kawi dan langsung sisir lokasi, mereka berhasil mengamankan lima orang remaja bersama barang bukti dua sarung yang sudah dikat menggunakan tali yang membahayakan,” ujar Winam.

Lima orang yang berhasil diamankan, kata dia, usianya masih belasan tahun.

“Seluruhnya ada 10 anak yang tawuran sarung, sedangkan lima yang berhasil diamankan anggota kami dari Tim Jaguar, sedangkan sisanya kabur masuk ke gang,” paparnya.

Untuk lokasi titik rawan tawuran selama bulan puasa ini, lanjut Winam, adalah Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya, Pitara Jembatan Serong Cipayung, Cisalak Pasar, dan Ratu Jaya Citayam.

“Antisipasi kerawanan tawuran kami bentuk tiga tim dengan total anggota 15 personil, mereka akan melakukan patroli kewilayahan setiap malam hari hingga subuh,” jelasnya.

Terpisah, Briptu Lungit Jati menambahkan dari kelima remaja yang diamankan seorang diantaranya nangis termehek-mehek karena ketakutan saat ditangkap.

“Ampun..ampun..pak, jangan bawa saya ke kantor polisi,”ucap Lungit mencontohkan ucapan remaja berbadan tambun menangis kejar di lokasi kejadian.

Sementara itu dari peristiwa tersebut, Lungit langsung menyerahkan para pelaku ke petugas keamanan RT setempat untuk diselesaikan secara problem sovling.

“Sebelumnya para pelaku kami imbau dan diberi hukuman fisik berupa push up di tanah sebagai syok terapi untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama kedua kalinya,”tuturnya.

Ia juga mengimbau bagi orang tua agar dapat memperhatikan pergaulan anaknya di lingkungan untuk mengantisipasi dampak negatif seperti kenakalan remaja, sehingga nanti dapat membuat rugi diri sendiri. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here