Sempat Kelabui Petugas, Pasadena Ditutup Lagi untuk Yang Kedua Kali

2840
Petugas gabungan saat memberi peringatan kepada pemilik Toko Pasadena

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Petugas gabungan Kota Depok sempat adu mulut saat menertibkan salah satu toko pakaian yakni Pasadena di Jalan Raya Sawangan, Kecamatan Pancoran Mas. Sehari sebelumnya, toko tersebut sudah ditutup oleh petugas gabungan, namun mereka kembali membuka toko setelah ditertibkan.

Adu mulut antara petugas dengan pedagang toko busana itu lantaran pedagang menolak adanya penutupan tokonya saat masa Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Bahkan manajemen toko sempat mengelabui petugas gabungan dengan menutup pintu tokonya namun saat dibuka petugaa menemukan warga yang sedang berbelanja. Toko yang masih melakukan aktivitasnuya pada pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap dua disegel aparat gabungan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok, Lienda Ratna Nurdiany mengatakan pada hari ke empat PSBB tahap dua ini, pihaknya terpaksa melakukan tindakan tegas, setelah pada tahap satu dilakukan sosialisasi dan pengawasan secara berkala.

“Tapi ternyata masih ada beberapa pelaku usaha yang belum memahami pelaksanaan PSBB. Sekarang Satpol-PP selaku bagian Gugus Tugas, melakukan patroli dan peningkatan Perwal Nomor 22 Tahun 2020 seperti penutupan toko yang memang tidak dikecualikan di PSBB,” ujar Lienda, kemarin.

Sebab, sambungnya, PSBB bukan hanya kewajiban pemerintah, tapi juga kedisiplinan bersama.

“Tujuan PSBB adalah mencegah penyebaran Covid-19, ini kewajiban kita sehingga harus dilakukan bersama-sama. Kalau tidak, itu tidak akan efektif. Ada sejumlah wilayah yang jadi sasaran operasi gabungan tersebut, di antaranya di kawasan Jalan Margonda dan Kelapa Dua,” paparnya.

Lienda menerangkan, penutupan sementara dilakukan sampai dengan masa berlaku PSBB tahap dua, yakni hingga 12 Mei 2020.

“Sejauh ini sudah hampir 90 persen tutup kecuali sektor yang dikecualikan, seperti toko makanan atau kebutuhan pokok manusia dan hewan, toko komunikasi, dan fasilitas kesehatan ini yang dikecualikan. Di luar itu, kita tutup,” tegasnya.

Lebih lanjut, Lienda menegaskan, jika masih ditemukan ada yang beroperasi meski telah dipasang kertas segel, akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

“Sanksi paling berat adalah izinnya akan dicabut. Kita sudah mendapatkan arahan Gugus Tugas. Harapannya kita memperkecil penyebaran Covid-19 ini harus kerja sama semua. Kesehatan masyarakat adalah hukum tertinggi,”katanya.

Sementara itu, sejumlah pemilik toko terlihat hanya bisa pasrah ketika ditutup petugas.

Rata-rata yang ditindak pada akhir pekan kemarin adalah toko pakaian, toko terapi kecantikan, toko mainan dan showroom mobil.

Lienda berharap masyarakat turut berpartisipasi dalam pencegahan penyebaran Covid-19 dengan menaati aturan dalam penerapan PSBB.

Menurut dia, peran masyarakat penting, mengingat jumlah petugas Satpol PP yang terbatas dan pengawasan yang sifatnya mobile. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here