Di Peringatan May Day, Terkuak 23 Perusahaan Telah PHK Ribuan Pekerja

116
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Sekitar 23 perusahaan di Kota Depok telah merumahkan karyawannya di masa pandemi virus Covid 19, dan belum mendapat bantuan dari pemerintah.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Wido Pratikno kepada wartawan mengatakan, data terkait jumlah korban PHK yang disebut Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok tidak sesuai fakta.

“Disnaker bilang yang kena PHK 300-an orang, padahal riilnya bisa seribuan. Banyak yang enggak terdaftar,” ujarnya, kemarin.

Wido mengungkapkan, ada sekira 23 perusahaan yang telah melakukan aksi PHK secara besar-besaran di Kota Depok.

“Ada yang industri manufaktur, jasa, garmen apalagi. Garmen sebetulnya lebih dari ribuan, tapi enggak bisa terdeteksi,” paparnya.

Sampai saat ini bantuan yang dijanjikan pemerintah belum juga dirasakan oleh para korban PHK. Oleh karena itulah dia meminta pemerintah jangan ‘omdo’ alias omong doang.

“Realisasi kartu prakerja belum ada sampai detik ini. Sekarang daftar saja, tapi riilnya belum terlaksana. Jadi hanya teman-teman buruh dibikin prakerja seperti ini, nunggu data dari provinsi, nasional. Prinsipnya sampai hari ini belum ada realisasi dari prakerja,” terangnya.

Wido juga menyayangkan sikap Disnaker Kota Depok yang terkesan lamban dalam menangani persoalan ini.

“Menurut saya Disnaker kurang tanggap tentang itu. Kurang peduli terhadap nasib buruh. Contoh, banyak saudara kita yang ada di rumah enggak gajian, enggak ada solusinya,”katanya.

Terkait hal itu, ia pun berharap Pemerintah Kota Depok dan Pemerintah Provinsi maupun pusat bisa segera mencarikan soluasi atas permasalahan ini.

Wido menilai, jika buruh tak dipikirkan dan tak diberikan semangat, maka ekonomi bangsa akan runtuh.

“Karena garda terdepan perekonomian adalah buruh. Pajak kami untuk negara dan bangsa. Saat buruh tidak bekerja dan lemah, dampaknya akan luas, daya beli jatuh, ekonomi jatuh, dan besar dampak sosial yang kita alami,” katanya.

Sementara itu, ribuan korban Pemutusan Hubungan Kerja di Depok mendapat bantuan berupa paket sembako dari Satuan Tugas Nusantara.

Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban para korban PHK yang terdampak atas pandemik saat ini.

Sekretaris Satgas Nusantara, Kombes Pol Rusdi Hartono mengatakan, saat ini seluruh dunia merasakan dampak yang luar biasa dari Covid 19.

Bukan hanya di sektor kesehatan yang terdampak, namun sektor ekonomi pun terkena imbas atas virus tersebut.

“Ekonomi juga terdampak. Ini menjadi keprihatinan kita semua. Semoga wabah bisa kita lalui bersama. Melihat fenomena ini kota tidak berdiam sendiri. Seluruhnya SDM kepolisian dikerahkan bagaimana bisa menanggulangi wabah. Kegiatan dilakukan untuk menanggulangi ini,” pungkas Rusdi. n Aji Hendro

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here