Pimpinan DPRD Pertanyakan Uang Lembur Petugas Damkar Yang Belum Cair

365
Hendrik Tangke Allo

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Pimpinan DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo mempertanyakan anggaran uang lembur petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang hingga kini belum cair.

“Sebenarnya dari Gugus Tugas Penanggulangan Covid 19 Kota Depok itu sudah dialokasikan ke Damkar, tapi anak-anak Damkar setiap hari ke lapangan sampai hari ini belum terima uang lembur. Uang lembur itu harusnya dibayar per jam, sehari mereka boleh lembur tiga jam, per jam nya Rp 20 ribu, berarti Rp 60 ribu sehari,” ujar Hendrik kepada jurnaldepok. id, Jumat (1/5).

Pria yang akrab disapa HTA itu mengungkapkan, dari awal ditemukannya kasus Covid 19 di Depok anggaran tersebut sudah ada, namun hingga hari ini mereka tidak menerima jatah uang lembur itu.

“Sudah sebulan lebih, tapi kalau di instansi Covid 19 lainnya itu dapat, cuma anak-anak Damkar saja yang enggak dapat. Alasannya enggak ada, ntar sok-ntar sok aja katanya alasannya,” paparnya.

Untuk menelusuri itu, HTA juga telah menelepon Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pemerintah Kota Depok, Nina Suzana.

“Kami sudah tanyakan ke Ibu Nina bahwasanya anggaran tersebut ada, tapi belum cair untuk Damkar. Kami tanyakan ke Ibu Nina awal pengajuan anggarannya Rp 300 juta,” jelasnya.

HTA menjelaskan, disituasi saat ini uang Rp 10 atau 20 ribu sangat berharga bagi masyarakat.

“Apalagi mereka yang setiap hari bekerja dan turun langsung ke lapangan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here