Belasan Kubik Sampah Diangkut dari KCB

93
Satgas PUPR saat mengeruk sampah dari KCB

Limo | jurnaldepok.id
Sejumlah personel Satgas Banjir Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, kemarin menyambangi lokasi tumpukan sampah diatas bidang Kali Cabang Barat (KCB) didepan Puskesmas Limo tepatnya dekat Jembatan Grogol guna mengeruk tumpukan sampah yang didominasi sampah styrofoam.

Komandan Regu Satgas Banjir PUPR Kota Depok, Santo mengatakan, jembatan perempatan Grogol merupakan salah satu tempat yang paling sering diangkat. Pasalnya, kata dia, sampah yang hanyut dari wilayah hulu kerap menumpuk disisi jembatan dan menimbulkan kesan kumuh serta bau tak sedap.

“Kami selalu keliling wilayah Limo, Cinere, Sawangan dan Bojongsari, dan lokasi depan Puskesmas Limo ini memang termasuk paling sering kami lakukan pengangkatan sampah, karena ditempat ini sering terjadi penumpukan sampah,” ujar Santo kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dikatakannya, untuk mengangkut 12 kubik sampah ke TPA Cipayung membutuhkan waktu sehari, terlebih jika hanya mengandalkan satu armada angkut.

“Satu armada truk sampah hanya bisa diisi 4 kubik sampah, jadi kalau mobilnya cuma ada satu terpaksa kami harus tiga kali balik untuk mengangkut sampah ke TPA Cipayung,” ungkap Santo.

Menyikapi sampah yang kerap menumpuk diatas bidang kali depan Puskesmas Limo, Lurah Grogol, Danudi Amin mengatakan akan mempertimbangkan usulan warga untuk pemasangan jaring sampah namun diperbatasan wilayah kelurahan.

“Kami pastikan sampah yang numpuk di dekat jembatan depan Puskesmas itu bukan sampah warga Grogol, melainkan sampah kiriman dari wilayah hulu sungai, makanya ada baiknya juga jika dipasang jaring sampah diatas permukaan kali, agar masing-masing wilayah kelurahan bertanggung jawab dengan sampah yang menumpuk diatas bidang kali,” tukas Danu.

Hal senada ditambahkan oleh petugas Tramtibum Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, M. Cholid.
Dikatakan Cholid, selama tidak ada pemasangan jaring diperbatasan wilayah kelurahan, maka selama itu pula, Grogol bakal menjadi tempat penampungan sampah kiriman via aliran air dari berbagai wilayah di hulu sungai.

“Harus ada jaring sampah diperbatasan, kalau kebijakan itu diterapakan, tidak akan ada lagi sampah menumpuk didepan Puskesmas Limo,” tegas Cholid. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here